8 Contoh Primordialisme dan Dampaknya dalam Kehidupan

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Primordialisme adalah suatu bentuk pandangan yang menekankan pada hubungan-hubungan etnis, agama, dan budaya yang sangat mendalam dan melekat pada individu. Contoh primordialisme salah satunya adalah gerakan teroris dengan membawa agama tertentu.
Mengutip Buku Sosiologi, Kun Maryati, Juju Suryawati (2001:51), primordialisme merupakan pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal-hal yang semula melekat pada individu, seperti suku, bangsa, ras dan agama.
Contoh Primordialisme yang Ada di Indonesia
Pandangan primordialisme seringkali mempertegas perbedaan-perbedaan antar kelompok manusia berdasarkan faktor-faktor keturunan atau kebudayaan, dan sering kali menghasilkan sikap-sikap eksklusif serta konflik sosial.
Berikut beberapa contoh primordialisme yang sering terjadi di masyarakat Indonesia.
Gerakan teroris dengan membawa agama tertentu.
Pembentukan kelompok mahasiswa berdasarkan suku tertentu.
Merekrut seseorang untuk bekerja di perusahaan karena memiliki suku yang sama.
Pemilik indekos yang hanya menyewakan kamarnya untuk pemeluk agama tertentu.
Adanya perlakukan istimewa untuk mereka yang datang dari wilayah tertentu.
Membentuk partai politik berdasarkan paham, ideologi, atau keterikatan pada suku bangsa , agama, dan ras.
Membentuk paguyuban atau perkumpulan yang bersifat kekeluargaan, seperti persatuan masyarakat daerah tertentu.
Tradisi pernikahan yang berbeda-beda, antara lain adanya tradisi sungkem dalam budaya tertentu.
Indonesia sebagai negara multikultural, secara tidak sadar memiliki masyarakat yang masih menganut nilai-nilai yang bersifat primordial. Loyalitas tersebut kadang bisa berlebihan dan mengganggu nilai-nilai yang dipegang kelompok lain.
Baca juga: Pengertian Hukum Adat dan Perannya dalam Masyarakat
Dampak Primordialisme yang Perlu Dicermati
Dengan kondisi seperti dijelaskan di atas, primordialisme mempunyai dampak bagi individu, kelompok, maupun lingkungan sekitarnya. Berikut dampak positif dan negatif dari adanya primordialisme.
1. Dampak Positif
Meningkatkan rasa cinta dan setia terhadap negara.
Meningkatkan semangat patriotism.
Menjaga keutuhan budaya.
2. Dampak Negatif
Mengganggu kelangsungan hidup suatu bangsa.
Menghambat proses modernisasi.
Menghambat hubungan antar bangsa.
Mengurangi obyektivitas ilmu pengetahuan.
Memunculkan diskriminasi.
Memunculkan konflik antar kelompok.
Dengan mencermati beberapa contoh primordialisme di sini, menegaskan bahwa penting bagi masyarakat untuk menjujung tinggi sikap toleransi, pemahaman antar kelompok, dan kerjasama lintas budaya.
Memberi edukasi yang mendalam mengenai keragaman budaya dan agama juga merupakan kunci untuk membuka pikiran dan membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis. Hingga masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih damai, adil, dan sejahtera bagi semua orang. (VAN)
