Konten dari Pengguna

8 Contoh Rura Basa yang Digunakan dalam Bahasa Jawa

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

contoh rura basa. Sumber: Unsplash/Mark Rasmuson
zoom-in-whitePerbesar
contoh rura basa. Sumber: Unsplash/Mark Rasmuson

Rura basa adalah ungkapan dalam bahasa Jawa yang kaya dengan makna. Terdapat beberapa contoh rura basa yang biasa digunakan sehari-hari.

Dikutip dari laman surakarta.go.id, rura basa adalah salah satu istilah bahasa yang berkembang dalam masyarakat Jawa. Rusa basa terdiri dari dua kata, “rura” dan “basa". Rura berarti rusak dan basa, yaitu bahasa.

8 Contoh Rura Basa dalam Bahasa Jawa

contoh rura basa. Sumber: Unsplash/Joshua Hoehne

Rura basa biasanya digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi bentuk bahasannya biasanya berbeda dengan maknanya. Berikut adalah beberapa contoh rura basa yang sering ditemukan dalam masyarakat Jawa.

  1. Negor klapa, artinya menebang kelapa

    Penjelasan: Yang tepat seharusnya “negor wit klapa” (menebang pohon kelapa), karena kelapa berarti buah kelapa.

  2. Adang thiwul, artinya memasak tiwul (nasi dari ubi)

    Penjelasan: Yang tepat seharusnya “adang menir”, yaitu memasak butiran ubi kecil-kecil supaya menjadi nasi thiwul. Thiwul adalah nasi yang terbuat dari ubi kayu.

  3. Mbathik jarit, artinya membatik baik batik

    Penjelasan: Yang tepat seharusnya “mbatik mori”, yaitu membatik kain supaya menjadi jarit. Jaritm yaitu kain yang telah dibatik, jadi jarik tidak perlu dibatik karena sudah ada batiknya.

  4. Mbakar sate, artinya membakar sate

    Penjelasan: Yang tepat seharusnya “mbakar daging”, artinya memanggang daging untuk dijadikan sate, sebab sate berarti sudah menjadi makanan dari daging yang sudah tidak perlu dibakar lagi.

  5. Nggodhog wedang, artinya merebut minuman

    Penjelasan: Yang tepat seharusnya “nggodhog banyu”, yaitu merebus air, karena namanya minuman seharusnya sudah dimasak.

  6. Ndudhuk sumur, artinya menggali sumur

    Penjelasan: Yang tepat seharusnya “ndhudhuk lemak”, yaitu menggali tanah, karena sumur berarti sudah tidak perlu digali.

  7. Ngulek sambel, artinya melumat sambal

    Penjelasan: Yang tepat seharusnya “ngulek lombok”, yaitu melumat cabai dan bahan lain untuk dijadikan sambal, karena sambal seharusnya sudah tidak perlu lagi dilumat.

  8. Mikul bakso, artinya memikul bakso

    Penjelasan: Yang tepat seharusnya “mikul rombong bakso”, yaitu memikul wadah atau tempat bakso. Sebab, bakso bentuknya bulat-bulat kecil, tidak mungkin jika dipikul.

Contoh rura basa dalam bahasa Jawa di atas adalah gabungan atau bentukan kata yang salah, tetapi umum diucapkan, karena jika dibenarkan justru kurang pas. Secara sekilas kata tersebut tidak ada yang salah, tetapi telinga sudah terbiasa mendengar dan tahu betul maksudnya. (ERI)

Baca juga: 5 Contoh Tembang Dolanan Jawa dan Artinya dalam Bahasa Indonesia