Konten dari Pengguna

8 Penyebab Kenakalan Remaja yang Perlu Ditanggulangi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyebab kenakalan remaja, foto: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Penyebab kenakalan remaja, foto: pexels.com

Kenakalan remaja adalah hal yang masih perlu mendapatkan perhatian lebih hingga kini. Penyebab kenakalan remaja bisa bermacam-macam, mulai dari lingkungan rumah, pertemanan, ekonomi, dan masih banyak lagi.

Jika tidak segera ditangani, maka ulah dari para remaja nakal dapat berdampak buruk. Bahkan sampai ada tindak kriminal yang memakan korban jiwa. Oleh karena itu, kenakalan remaja ini harus ditanggulangi.

8 Penyebab Kenakalan Remaja

8 Penyebab kenakalan remaja, foto: pexels.com

Kenakalan tiap remaja, bisa saja disebabkan oleh hal berbeda pada tiap individunya. Faktor penyebab-penyebab tersebut penting dipelajari supaya dapat dihindari serta meminimalisir tindak kenakalannya tersebut. Berikut ini penyebab kenakalan remaja antara lain:

1. Krisis Identitas Pada Remaja

Salah satu penyebab kenakalan remaja adalah berasal dari internal remaja itu sendiri. Remaja yang mengalami krisis indentitas akan haus akan pengakuan.

Biasanya mereka akan mengatasi hal tersebut dengan melakukan tindakan melanggar norma, seperti merundung teman, tawuran, bertengkar dan sebagainya. Tindakan ini membuat mereka merasa hebat dan diakui.

2. Keluarga Kurang Harmonis

Dikutip dari buku Save Remaja Milenial: Deteksi Dini Potensi Kenakalan Remaja dan Solusi karya Tri Anjaswarni, dkk (75:2019), ditemukan bahwa kenakalan remaja cenderung dilakukan oleh anak yang keluarganya kurang baik.

Bentuk ketidakharmonisan tersebut biasanya, berupa orang tua yang sering bertengkar dan adanya tindak KDRT. Hal tersebut memicu seorang remaja berperilaku nakal untuk mencari perhatian.

3. Kurang kasih sayang

Kurangnya kasih sayang yang diterima remaja juga bisa menjadi penyebab kenakalan remaja. Tak jauh berbeda dengan kondisi keluarga yang kurang harmonis, remaja yang kurang kasih sayang juga haus perhatian.

Selain itu, mereka juga tak mampu mengekspresikan kasih sayang pada teman maupun orang sekitar. Itulah yang membuat remaja bertindak nakal.

4. Terlalu dimanja

Jangan salah, rupanya anak yang terlalu dimanja juga bisa memicu kenakalan remaja. Ketika orang tua selalu menuruti keinginan anaknya, maka anak akan belajar bahwa semua keinginannya harus terpenuhi.

Dengan begitu, ketika beranjak dewasa, anak bisa bertindak semaunya. Oleh karenanya, orang tua sebaiknya tidak terlalu memanjakan anak untuk mendidik karakternya.

5. Dididik terlalu keras

Meski anak tak boleh dimanja, mendidik anak terlalu keras juga bukan tindakan yang benar. Ada saat di mana orang tua harus tahu batasan dalam memperlakukan anak.

Didik anak dengan tegas, namun jangan terlalu kejam. Anak yang sering dibentak, bahkan hingga dipukul bisa meniru perbuatan tersebut ke orang lain ketika beranjak remaja.

6. Lingkungan Pergaulan

Lingkungan pertemanan remaja adalah salah satu hal yang juga perlu diawasi. Sebab, dengan bergaul di lingkungan yang kurang baik membuat remaja terseret menjadi tidak baik pula.

Remaja perlu dibimbing dan dinasehati cara memilih pertemanan yang sehat. Dengan begitu, remaja akan lebih terjaga dari perilaku tak baik.

7. Lingkungan Tempat Tinggal

Tak bisa dipungkiri, lingkungan tempat tinggal amat berpengaruh bagi karakter remaja. Apalagi bila sejak kecil seorang remaja banyak melihat perilaku buruk orang-orang di sekitarnya, maka remaja rawan sekali menirunya.

8. Perkembangan Teknologi Informasi

Semakin berkembangnya zaman, kian mudah pula orang mengakses berbagai macam informasi. Bila seorang remaja tidak dibimbing cara menyikapi perkembangan teknologi dengan bijak, hal tersebut akan berpengaruh buruk.

Baca Juga: Jenis-jenis Kenakalan Remaja yang Perlu Diwaspadai

Demikianlah tadi beberapa informasi tentang penyebab kenakalan remaja yang perlu diperhatikan serta diatasi. Remaja adalah seorang pribadi yang masih labil dan belum dewasa, itu sebabnya orang tua perlu bijak dalam mendidiknya. (SLM)