Konten dari Pengguna

8 Perbedaan Greenflation dan Greedflation dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan Greenflation dan Greedflation. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Kenny
zoom-in-whitePerbesar
Perbedaan Greenflation dan Greedflation. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Kenny

Salah satu perbedaan greenflation dan greedflation terletak pada penyebab terjadinya. Kedua kata ini merupakan topik yang hangat dan menarik dalam gejolak sosial dan masalah ekonomi.

Greenflation sering mengacu pada inflasi yang terkait dengan kebijakan publik dan swasta yang diterapkan sebagai bagian dari transisi hijau. Sedangkan, greedflation merujuk pada keserakahan atau nafsu keuntungan yang tinggi.

Perbedaan Greenflation dan Greedflation

Perbedaan Greenflation dan Greedflation. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Engin

Dikutip dari buku Strategi Moneter, Ahmad Mukri dkk (2020: 65), inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk menaik secara terus menerus. Greenflation sendiri adalah kenaikan harga barang dan jasa atau inflasi sebagai konsekuensi dari transisi perekonomian,

Transisi tersebut menjadi perekonomian yang lebih ramah lingkungan. Dalam hal ini yaitu perekonomian net-zero. Sedangkan greedflation adalah inflasi yang timbul akibat keserakahan perusahaan-perusahaan.

Berikut perbedaan greenflation dan greedflation, lengkap dengan contohnya.

1. Greenflation

  1. Greenflation tercermin di kenaikan harga beberapa komoditas.

    Contohnya: Permintaan yang kuat terhadap logam yang diperlukan untuk transisi energi terbarukan serta pasokannya yang tidak mampu memenuhi permintaan tersebut.

  2. Pasokan di sektor pertambangan yang tidak mampu memenuhi permintaan. Hal itu dikarenakan investasi yang rendah di beberapa sektor pertambangan.

    Contohnya: China, memasok hampir 60% alumunium di dunia, akan tetapi memutuskan harus membatasi peleburan baru karena adanya kampanye netralitas karbon.

  3. Penurunan produktivitas yang disebabkan oleh beberapa sektor akan mengakibatkan harga bahan menjadi lebih tinggi

  4. Greenflation berkaitan erat dengan kenaikan harga energi. Harusnya biaya energi terbarukan justru lebih murah dibandingkan biaya energi fosil, terutama pada pembangkit listrik tenaga angin dan fotovoltaik surya di darat.

  5. Greenflation belum akan terjadi dalam waktu dekat sebelum terealisasimya kebijakan-kebijakan yang mendukung transisi hijau di Indonesia.

    Contohnya: Pajak karbon yang hingga kini penerapannya belum jelas terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara.

2. Greedflation

  1. Greedflation merupakan inflasi yang timbul akibat keserakahan perusahaan-perusahaan.

    Contoh: Inflasi di AS dipicu oleh keserakahan perusahaan dalam menghasilkan laba. Hal ini terjadi khususnya di sektor konsumer seperti diungkapkan oleh Accountable.US sebagaimana dilansir Market Watch.

  2. Situasi di mana tingkat keuntungan atau hasil investasi tumbuh dengan cepat karena dorongan keuntungan yang berlebihan.

  3. Hal ini bisa terjadi dalam suatu sektor atau pasar tertentu di mana pelaku pasar terlalu serakah dan menyebabkan lonjakan harga atau keuntungan yang tidak seimbang.

Baca juga: 3 Contoh Inflasi Hijau, Pengertian dan Penyebabnya

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai perbedaan greenflation dan greedflation beserta contoh yang dapat meningkatkan pemahaman mengenai hal tersebut. Semoga membantu! (Msr)