Konten dari Pengguna

9 Contoh Makanan Awetan Nabati

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Makanan Awetan Nabati. Sumber: unsplash.com/ Randy Fath
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Makanan Awetan Nabati. Sumber: unsplash.com/ Randy Fath

Bahan makanan terdiri dari sumber nabati dan hewani. Proses pemasakan makanan tersebut ada yang dilakukan dengan cara pengawetan. Adapun contoh makanan awetan nabati misalnya sayur kalengan yang dijual di swalayan.

Pengawetan tersebut bertujuan untuk menjaga kualitas bahan makanan nabati agar tidak cepat rusak. Kandungan gizi pun terjaga dan bisa dipakai dalam waktu yang relatif lebih panjang.

Contoh Makanan Awetan Nabati di Pasaran

Ilustrasi Contoh Makanan Awetan Nabati. Sumber: unsplash.com/ Sharon Pittaway

Pengawetan makanan bisa dilakukan pada bahan makanan nabati dan hewani. Bahan nabati yang diawetkan biasanya berasal dari jenis tumbuhan seperti buah dan sayur.

Tujuan pengawetan itu sendiri adalah membuat bahan makanan nabati bisa lebih tahan lama dan bisa dipakai dalam jangka panjang. Misalnya wortel segar yang akan busuk dalam kurun waktu 2 minggu, jika diawetkan bisa sampai beberapa bulan.

Adapun contoh makanan awetan nabati menurut buku Terampil Berkreasi oleh Nandang Subarnas (hal. 70), salah satunya adalah asinan, yaitu produk pengawetan bahan makanan dengan cara diasinkan. Rasanya dominan asin.

Berikut ini contoh produk awetan yang berasal dari bahan makanan nabati.

  1. Asinan Bogor yang berisi daun kol, wortel, ubi jalar, bengkuang, pepaya, dan mentimun.

  2. Manisan buah yang dibuat dari pepaya, carica, cabai merah, kedondong dan lain sebagainya.

  3. Sayur kalengan yang biasanya berisi bulir jagung, kacang polong dan wortel yang telah dipotong dadu.

  4. Kurma yang beredar di Indonesia sebenarnya sudah melalui proses pengawetan dengan cara diberi gula sebagai pengawet alami sehingga lebih awet.

  5. Cabai kering yang dijemur untuk mengawetkan rasa pedasnya.

  6. Pengeringan jagung untuk mengurangi kadar airnya yang membuatnya cepat busuk.

  7. Sale pisang yang difermentasi sehingga menjadi lebih manis dan awet.

  8. Kismis yang dipakai sebagai bahan kue yang berasal dari pengawetan buah anggur.

  9. Cokelat bubuk yang dikurangi kadar airnya sehingga tetap bisa menjadi perasa untuk bahan kue dan minuman.

Baca juga: 9 Karakteristik Bahan Pangan Nabati dan Pengertiannya

Itulah beberapa contoh makanan awetan nabati yang beredar di pasaran dan mudah ditemui di sekitar tempat tinggal. Semuanya berasal dari tumbuh-tumbuhan yang kemudian diproses dengan berbagai cara sehingga lebih tahan lama. (IMA)