9 Jenis Tari Primitif dan Ciri-Cirinya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tari primitif adalah ekspresi seni yang mengakar dalam budaya masyarakat tertentu. Tarian ini mencerminkan kehidupan sehari-hari, keyakinan, dan ritual-ritual yang dilakukan oleh kelompok masyarakat. Salah satu jenis tari primitf adalah tari Tor-Tor dari Sumatra Utara dengan cirinya yang khas.
Menurut buku Pembelajaran Seni Tari, Anestia Widya Wardani, Desnatia Munzilatul Qur'aniyah, Sherly Nopiasanti (2023:11), tari primitif merupakan sebuah ciri yang terdapat pada bentuk gerak, iringan, rias dan busana yang bersahaja (Mutiarasari, 2022a).
Tari primitif hidup dan berkembang pada waktu masa pra sejarah. Saat ini tari primitif terdapat pada suku-suku pedalaman yang melanjutkan kehidupan zaman prasejarah.
Jenis Tari Primitif yang Ada Di Indonesia
Tari primitif termasuk bagian dari kekayaan budaya Indonesia dan berkembang di sejumlah daerah dari Pulau Sumatera hingga Pulau Papua. Perkembangan tari primitif bermula sebelum masyarakat memiliki peradaban dengan bentuk tarian yang lebih sederhana.
Menariknya, walau muncul sebelum peradaban beberapa tari primitif masih dikenal hingga kini. Di Indonesia ada, beberapa jenis tari primitif yang terkenal dan sering ditampilkan pada acara-acara tertentu. Berikut jenis tari primitif Indonesia dan asalnya:
Tari Tor-Tor dari Sumatra Utara
Tari Hudoq dari Kalimantan
Tari Tarawangsa dari Jawa Barat
Tari Ular dari Jawa Barat
Tari Turuk Langgai dari Pulau Mentawai
Tari Perang Sanudhe dari Papua
Tari Tellu 'Otul dari Papua
Tari Tobe dari Papua
Tari Kuna dan Tari Rontek Singo Wulung dari Jawa Timur
Baca juga: 10 Contoh Musik Eksternal dalam Tarian dan Fungsinya
Ciri-Ciri Tari Primitif
Zaman primitif merujuk pada periode prasejarah yang belum mengenal konsep kerajaan dan kepemimpinan. Pada masa itu, tari primitif adalah jenis tarian yang berkembang di kalangan masyarakat primitif yang belum mengalami perkembangan peradaban.
Salah satu tahap perkembangan seni tari, yaitu sekitar 20.000 SM hingga 400 M, dikenal sebagai periode primitif. Pada masa masyarakat primitif, terdapat dua zaman utama, yaitu zaman batu dan zaman logam. Pada zaman batu, tarian hanya diiringi oleh sorak-sorai dan tepuk tangan.
Untuk lebih jelas, berikut ciri-ciri tari primitif sesuai perkembangan zaman, yaitu:
1. Melakukan Gerakan Berulang
Gerakan ini dilakukan dengan iringan sangat sederhana, yaitu berupa tepuk tangan, hentakan kaki, suara, dan gerakan sederhana.
2. Gerakan Dilakukan dengan Tujuan Tertentu
Gerakan ini dilakukan seperti meniru gerakan binatang karena berburu, tujuan ritual tertentu, perkawinan, kelahiran, maupun panen.
3. Instrumen Sederhana
Instrumen tarian yang digunakan sangat sederhana, yaitu alat pukul seperti tifa atau kendang.
4. Tari Bersifat Sakral
Tarian dianggap sakral atau disucikan karena diperuntukan bagi upacara keagamaan.
5. Tata Rias Sederhana
Tata rias yang diaplikasikan sangan sederhana dan bisa beralkuturasi dengan alam sekitar
6. Pola Lantai Berupa Lingkaran
Pola ini menggambarkan kekuatan. Gerakan tari primitif cenderung sekehendak hati dan sebagai pernyataan kolektif.
Tarian primitif mencerminkan keanekaragaman budaya dan tradisi masyarakat primitif. Ciri-ciri unik dari setiap jenis tari primitif menciptakan kekayaan artistik yang memperkaya warisan budaya.
Meskipun berakar dalam sejarah, tarian primitif terus hidup dan berkembang, mempertahankan keaslian dan makna budaya yang kaya. (VAN)
