Konten dari Pengguna

ABCD dalam Tujuan Pembelajaran yang Menarik untuk Diketahui

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ABCD dalam tujuan pembelajaran. Sumber: Pixabay/masterstudio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ABCD dalam tujuan pembelajaran. Sumber: Pixabay/masterstudio

ABCD dalam tujuan pembelajaran merupakan prinsip yang dianjurkan oleh para pakar pendidikan untuk digunakan. Sesuai dengan namanya, tujuan pembelajaran ABCD terdiri dari 4 elemen, yaitu A: Audience, B: Behaviour, C: Condition, dan D: Degree.

Awal mulanya model pembelajaran ABCD dikembangkan oleh Robert Heinich bersama teman-temannya melalui buku berjudul "Instructional Technology and Media for Learning" pada tahun 2001. Akhirnya model pembelajaran yang mereka temukan kemudian digunakan dalam sistem pembelajaran Indonesia.

Apa Itu ABCD dalam Tujuan Pembelajaran

Ilustrasi ABCD dalam tujuan pembelajaran. Sumber: Pixabay/akshayapatra

Rumus ABCD (Audience, Behavior, Condition, Degree ) merupakan metode teknis untuk mengembangkan tujuan pembelajaran serta untuk memudahkan merumuskan tujuan pembelajaran.

Adapun penjelasan ABCD dalam tujuan pembelajaran yang telah dikutip dalam buku Media Pembelajaran Matematika (Pengantar dan Pemanfaatan Potensi Wilayah Pesisir sebagai Media Pembelajaran Matematika) oleh Shinta Wulandari, dkk (2023:39) sebagai berikut.

  1. A (Audience) artinya tujuan pembelajaran perlu didefinisikan secara rinci sehingga jelas untuk siapa tujuan itu ditujukan. Sasaran yang dimaksud misalnya siswa SD kelas IV, siswa SMP kelas 2, Siswa SMA kelas 3, dan lain-lain.

  2. B (Behaviour), yaitu tindakan atau pernyataan yang mewakili hasil belajar yang diharapkan dari pihak siswa. Kata-kata seperti “jelaskan”, “sebutkan”, “detail”, “identifikasi”, “berikan contoh”, adalah kata kerja operasional yang menjelaskan pola perilaku ini.

  3. C (Conditioning), yaitu kriteria yang harus dipenuhi atau tindakan yang dilakukan siswa agar pembelajaran dapat berlangsung, seperti melalui observasi, tanpa membaca kamus, menggunakan kalkulator, teliti, dan sebagainya.

  4. D (Degree) mewakili tingkat keberhasilan terendah yang layak dalam mencapai perilaku yang diinginkan dan harus dicapai dengan segala cara. Seperti tiga item, delapan puluh persen atau lebih, empat kategori, dan lain-lain.

Manfaat Penggunaan Model ABCD pada Tujuan Pembelajaran

Ilustrasi ABCD dalam tujuan pembelajaran. Sumber: Pixabay/IndusSchool

Tujuan pembelajaran yang bagus akan menghasilkan hasil belajar yang jelas. Seperti penguasaan materi pelajaran, penguasaan keterampilan tertentu, atau perubahan sikap yang diharapkan.

Penggunaan model ABCD pada tujuan pembelajaran memberikan manfaat bagi tenaga pengajar seperti:

  • Dapat mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau kompetensi yang ingin dicapai siswa.

  • Memberikan kemudahan bagi pengembang rumus untuk mengukur hasil belajar siswa.

  • Mengenali komponen tujuan pembelajaran.

  • Mudahnya menerapkan prosedur perumusan tujuan pembelajaran. Dengan perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh peserta didik pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu.

Keberadaan 4 elemen ABCD dalam tujuan pembelajaran sangat ideal untuk diterapkan. Namun dalam praktiknya, tidak semua lembaga pendidikan menggunakan keempat elemen tersebut. (MRZ)

Baca juga: Macam-macam Model Pembelajaran Kurikulum Merdeka