Konten dari Pengguna

Alasan Mengapa Bulan Tampak Bercahaya Saat Malam Hari

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengapa Bulan Tampak Bercahaya Saat Malam Hari, foto:pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa Bulan Tampak Bercahaya Saat Malam Hari, foto:pexels

Alasan mengapa bulan tampak bercahaya saat malam hari karena terdapat cahaya matahari yang menyinari permukaan bulan. Kemudian cahaya tersebut akan menyebar dan dipantulkan kembali ke atmosfer bumi.

Sehingga ketika manusia melihat dari bumi seolah-olah bulan tersebut tampak menghasilkan cahaya sendiri. Meskipun tidak seterang matahari, keberadaan bulan pada malam hari cukup dapat menerangi bagian bumi yang dilewatinya.

Mengetahui Alasan Mengapa Bulan Tampak Bercahaya saat Malam Hari

Ilusttrasi Mengapa Bulan Tampak Bercahaya Saat Malam Hari, foto:pexels

Mengutip dari buku Bulan Satelit Bumi, Sema Gul (2007:11), alasan mengapa bulan tampak bercahaya saat malam hari karena adanya cahaya matahari yang memantul pada permukaan bumi. Sehingga cahaya bulan bersumber dari cahaya matahari.

Cahaya matahari tersebut sampai bulan melewati proses yang disebut dengan refleksi. Proses tersebut ketika cahaya matahari mengenai permukaan bulan, kemudian menyebar dan memantulkan kembali ka arah atmosfer bumi.

Hal tersebut yang memungkinkan bulan akan tampak bercahaya. Ketika cahaya matahari diterima oleh bulan melalui proses refleksi, maka cahaya tersebut dapat sampai ke mata manusia. Sehingga mata manusia dapat melihat bulan ketika malam hari dengan jelas.

Hal ini karena pada malam hari belahan bumi menjadi gelap, maka cahaya matahari yang dipantulkan oleh permukaan bulan akan tampak lebih terang dibandingkan ketika siang hari. Kondisi tersebut akibat efek oposisi.

Kecerahan cahaya bulan yang terlihat dari bumi dapat mengalami perubahan pada waktu tertentu. Salah satu penyebabnya adalah bulan tidak mempunyai atmosfer. Ketika tidak ada atmosfer, maka saat mengalami perubahan sudut pada permukaannya akan berpotensi meredupkan cahaya yang dipantulkan.

Namun, bulan akan secara kontinu meningkatkan cahaya yang diterima ketika sedang bergerak mengelilingi bumi melalui fase yang berbeda-beda. Di mana pantulan sinar matahari yang mengenai permukaan bula akan berbeda-beda setiap fasenya.

Adapun fase-fase yang terjadi pada bulan secara umum adalah sebagai berikut.

  1. Bulan baru terjadi ketika posisi bulan terletak hampir sejajar dengan bumi dan matahari. Sehingga dalam kondisi tersebut bulan akan tampak gelap dan tidak terlihat.

  2. Seperempat pertama merupakan fase ketika posisi bulan membentuk sudut tertentu terhadap matahari dan bumi. sehingga bulan mulai tampak dalam keadaan sabit atau separuh.

  3. Bulan purnama terjadi ketika posisi bulan terletak hampir segaris dengan bumi dan matahari. Di mana posisi bumi berada di tengah. Sehingga bulan akan terlihat penuh bulat.

  4. Seperempat terakhir merupakan fase pada saat posisi bulan membentuk sudut tertentu terhadap matahari dan bumi. sehingga separuh bulan akan tampak gelap dan tidak dapat terlihat.

Baca Juga: 5 Akibat Revolusi Bulan dalam Kehidupan Sehari-hari

Alasan mengapa bulan tampak bercahaya saat malam hari karena ketika malam hari belahan bumi dalam kondisi gelap, sehingga sinar matahari yang mengenai bulan dan dipantulkan akan tampak bercahaya dari bumi.

Pada dasarnya matahari tidak memiliki sumber cahaya sendiri dan hanya mendapatkan cahaya dari sinar matahari. (PAM)