Alasan Mengapa Setiap Bagian Tubuh Memiliki Sensitivitas yang Berbeda-beda

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada tubuh manusia mempunyai reseptor sensorik yang mengakibatkan bagian-bagian tubuh mempunyai sensitivitas. Bagian tubuh manusia memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda-beda. Lantas mengapa setiap bagian tubuh memiliki sensitivitas yang berbeda-beda?
Adanya sensitivitas pada tubuh manusia disebabkan oleh adanya ujung saraf yang memberikan respon terhadap sentuhan. Seseorang akan merasa geli apabila terdapat bagian tubuh tertentu disentuh oleh orang lain atau bergesekan dengan benda tertentu.
Penjelasan Alasan Mengapa Setiap Bagian Tubuh Memiliki Sensitivitas yang Berbeda-beda
Mengutip dari buku Anatomi Tubuh Manusia, Umar (2021:29), tubuh manusia terdiri atas organ-organ yang memiliki pekerjaan tertentu, mulai dari susunan kerangka, susunan otot, susunan saraf, susunan peredarah darah, kulit dan panca indra.
Beberapa susunan tubuh ini yang membantu tubuh dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Selain itu tubuh juga tersusun atas bagian-bagian tubuh yang dapat dilihat secara langsung.
Pada bagian-bagian tubuh manusia memiliki sensitivitas tertentu yang dapat menjadikan manusia dapat merespon atau menerima rangsangan berupa sentuhan, tekanan, suhu, serta rasa sakit. Setiap bagian tubuh mempunyai tingkat sensitivitas yang berbeda-beda.
Lantas mengapa setiap bagian tubuh memiliki sensitivitas yang berbeda-beda? Salah satu alasannya yaitu setiap bagian tubuh manusia memiliki jenis reseptor sensorik yang berbeda-beda juga.
Selain itu juga terdapat beberapa faktor lainnya. Adapun penjelasannya sebagai berikut.
Faktor ketebalan kulit tubuh. Apabila pada bagian tubuh dengan kulit yang lebih tipis, maka pada umumnya lebih sensitif terhadap berbagai rangsangan.
Selanjutnya faktor kepadatan saraf. Semakin banyak saraf pada bagian tubuh, maka semakin cepat juga informasi tentang rangsangan yang diterima untuk dilanjutkan ke otak.
Faktor terakhir yaitu faktor genetik. Sensitivitas tubuh juga dapat berpengaruh terjadap faktor keturunan.
Secara umum tubuh akan terasa geli apabila pada bagian tertentu memiliki tingkat sensitivitas paling tinggi. Respon geli ini muncul akibat bagian otak (hipotalamus) mendapatkan rangsangan. Hipotalamus ini terdapat pada batang otak.
Bagian ini memiliki fungsi mengatur emosi dan reaksi tubuh ketika menghadapi stres atau berada dalam situasi berbahaya. Rasa geli ketika disentuh terjadi karena adanya rangsangan ini yang mengaktifkan berbagai ujung-ujung saraf di kulit.
Secara umum alasan mengapa setiap bagian tubuh memiliki sensitivitas yang berbeda-beda karena tubuh memiliki jenis reseptor sensorik yang berbeda setiap bagian tubuh. Semoga penjelasan tersebut dapat menambah wawasan bagi pembaca. (PAM)
Baca Juga: Ragam Sifat Kerja Otot Manusia yang Perlu Diketahui
