Alasan Mengapa Urutan Sila-Sila Pancasila Berbentuk Hierarkis Pyramida

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia terdiri dari 5 sila yang masing-masing memiliki nilai. Lantas, mengapa urutan sila-sila Pancasila berbentuk hierarkis pyramida?
Pertanyaan ini bisa membantu masyarakat untuk menyadari bahwa lima sila dalam Pancasila saling berkaitan dan berkesinambungan. Nilai dalam Pancasila bisa dijadikan sebagai dasar pandangan hidup masyarakat Indonesia dan alat pemersatu bangsa.
Mengapa Urutan Sila-Sila Pancasila Berbentuk Hierarkis Pyramida?
Mengetahui informasi tentang Pancasila bisa menambah pengetahuan akan wawasan kebangsaan. Misalnya seperti memperdalam pemahaman tentang lima sila yang ada dalam Pancasila yang memiliki nilai bersifat objektif dan universal.
Atau mempelajarinya lebih dalam lagi sehingga memunculkan beberapa pertanyaan seperti mengapa urutan sila-sila Pancasila berbentuk hierarkis pyramida? Untuk mengetahui jawabannya simak penjelasan berikut ini.
Dikutip dalam buku Pendidikan Pancasila: Upaya Internalisasi Nilai-Nilai Kebangsaan oleh Kasdin Sihotang, dkk (2019:73), sebagai suatu sistem filsafat masing-masing sila saling terkait sebagai suatu kesatuan yang menyeluruh.
Artinya sila yang satu tidak bisa dilepaskan dari sila yang lain. Karena itu nilai-nilai Pancasila memiliki urutan yang hierarkis dan piramida yang saling terkait.
Bersifat hierarkis karena sila-silanya menggambarkan urutan, baik dalam urutan luas maupun urutan sifat isinya. Pancasila menunjukkan suatu rangkaian dan merupakan pengkhususan dari sila-sila di mukanya.
Tetapi urutan demikian tidak terpisah-pisah, melainkan saling mengikat. Ikatan ini menempatkan sila-sila Pancasila sebagai satu kesatuan yang bulat.
Dikatakan berbentuk piramda karena sila-sila Pancasila mempunyai tingkatan seperti piramida. Di satu pihak sila pertama merupakan dasar dari empat sila lainnya. Dengan demikian Ketuhanan yang dihayati dalam praktik hidup berbangsa dan bernegara adalah:
Ketuhanan yang bermartabat dalam kodrat manusia.
Ketuhanan yang dihayati dalam persatuan bangsa.
Ketuhanan yang menjamin kedaulatan rakyat dalam setiap proses musyawarah dan menjamin perwakilan yang aspiratif.
Ketuhanan yang mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dari ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa mengapa urutan sila-sila Pancasila berbentuk hierarkis pyramida? Karena setiap isi sila merupakan pengkhususan dari sila yang sebelumnya dan antar sila senantiasa saling terkait, tidak bisa dipisahkan. (MRZ)
Baca juga: 3 Fungsi Pancasila sebagai Dasar Negara
