Konten dari Pengguna

Alasan Organ Pernapasan Paru-Paru dapat Dikatakan Sebagai Organ Ekskresi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi alasan organ pernapasan paru-paru dapat dikatakan sebagai organ ekskresi. Sumber: Pexels/Tara Winstead
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi alasan organ pernapasan paru-paru dapat dikatakan sebagai organ ekskresi. Sumber: Pexels/Tara Winstead

Tubuh manusia tersusun dari beberapa organ penyusun tubuh yang sangat penting fungsinya. Salah satunya adalah organ pernapasan paru-paru. Lantas, mengapa selain sebagai organ pernapasan, paru-paru dapat dikatakan sebagai organ ekskresi?

Definisi umum dari ekskresi merupakan sebuah proses pembuangan zat sisa metabolisme dan racun dari dalam tubuh. Fungsi paru-paru sebagai organ ekskresi adalah untuk melakukan pembuangan zat sisa dari dalam tubuh berupa gas.

Mengetahui Apa Itu Paru-Paru

Ilustrasi mengetahui apa itu paru-paru. Sumber: Pexels/Karolina Grabowska

Paru-paru adalah salah satu organ vital dalam tubuh manusia. Tepatnya merupakan organ respirasi (pernapasan) yang berhubungan dengan sistem pernapasan dan sirkulasi (peredaran darah).

Secara anatomi, paru-paru terbagi menjadi 4 bagian, yaitu pleura, bronkus, bronkiolus, dan alveolus. Paru-paru merupakan organ yang jumlahnya sepasang, kanan dan kiri. Namun, masing-masing punya ciri yang berbeda, berikut penjelasannya.

1. Paru-paru Kanan

Ciri-cirinya, yaitu.

  • Terbagi menjadi tiga lobus, yaitu superior, tengah, dan inferior.

  • Ukurannya lebih pendek dari yang kiri, tapi juga lebih besar dari kiri.

  • Keduanya tertutup dengan lapisan pelindung yang bernama jaringan pleura.

2. Paru-paru Kiri

Ciri-cirinya, yaitu.

  • Memiliki dua lobus, yaitu superior dan interior.

  • Ukuran yang kiri lebih kecil daripada yang kanan, karena jantung berada di tempat lobus tengah paru-paru kiri berada.

  • Paru-paru kiri memiliki dua bagian yang tidak paru-paru kanan miliki, yaitu takik jantung (tempat jantung berada) dan lingula, perpanjangan dari lobus superior.

Mengapa Selain Sebagai Organ Pernapasan, Paru-Paru dapat Dikatakan sebagai Organ Ekskresi?

Ilustrasi: mengapa selain sebagai organ pernapasan paru-paru dapat dikatakan sebagai organ ekskresi?. Sumber: Pixbay/geralt

Fungsi utama dari organ ini adalah menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida (CO2) dari darah (pernapsan). Namun, mengapa selain sebagai organ pernapasan, paru-paru dapat dikatakan sebagai organ ekskresi?

Dikutip dalam buku IPA Terpadu SMP dan Mts untuk Kelas IX Semester 1 3A, Mikrajuddin, Saktiyono, dan Lutfi (2007:6), fungsi utama paru-paru adalah sebagai alat pernapasan. Namun demikian, karena paru-paru mengekskresikan zat sisa metabolisme (karbon dioksida dan uap air), maka paru-paru dibahas pula dalam sistem ekskresi.

CO2 dan H2O yang merupakan sisa metabolisme dikeluarkan dari sel-sel dalam jaringan tubuh dan masuk ke dalam aliran darah melalui pembuluh balik dan dibawa ke jantung. Darah yang mengandung 2 zat ini akan dipompa ke paru-paru melalui pembuluh nadi paru-paru.

Pada alveolus paru-paru, CO2 dan H2O berdifusi, kemudian diekskresikan melalui saluran pernapasan. Selanjutnya, CO2 dikeluarkan melalui hidung. Sedangkan H2O dikeluarkan dari paru-paru dalam bentuk uap air.

Dari penjelasan di atas, jelas bahwa paru-paru bukan hanya sekadar organ pernapasan saja, tetapi juga sebagi organ ekskresi.

Baca juga: Mengenal Udara Tidal pada Paru-Paru Manusia beserta Penjelasannya

Demikian penjelasan tentang mengapa selain sebagai organ pernapasan, paru-paru dapat dikatakan sebagai organ ekskresi. Semoga bermanfaat. (MRZ)