Amanat Tembang Durma beserta Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam mempelajari budaya Jawa, masyarakat Indonesia akan mempelajari tentang amanat tembang durma beserta contohnya. Tembang adalah salah satu karya sastra yang masih terus dilestarikan sampai saat ini.
Walaupun tembang tidak terkenal seperti di zaman dulu, tetapi masih ada beberapa masyarakat di Jawa yang masih menampilkan tembang di acara-acara tertentu. Setiap tembang yang ditampilkan memiliki makna tersendiri.
Pengertian dan Amanat Tembang Durma
Mengutip dari buku Serat Kandha Suluk Tembang Wayang, Bram Dalgunadi, (hal 115), pengertian tembang durma adalah berasal dari kata “durma”, yaitu bahasa Jawa klasik yang artinya harimau.
Sesuai dengan arti kata tersebut, tembang durma memiliki watak atau biasa digunakan dalam suasana seram. Biasanya, digunakan untuk menampilkan suasana yang menegangkan, horor, menakutkan, atau membuat miris.
Adapun amanat tembang durma adalah memberikan gambaran mengenai ikatan yang erat antara setiap manusia sebagai makhluk sosial. Jadi, dalam menjalani kehidupannya, setiap manusia akan membutuhkan manusia yang lain.
Karena rasa saling bergantung ini membuat manusia merasa harus bertanggung jawab terhadap orang lain dan diri sendiri. Tanggung jawab utama yang harus dilakukan manusia adalah menghargai adanya perbedaan.
Setiap manusia tidak boleh memaksakan kehendak orang lain yang berbeda pandangan. Sikap tanggung jawab ini yang bisa menghilangkan rasa curiga atau berpikiran negatif dengan orang lain sehingga semua manusia bisa hidup dengan nyaman.
Sama dengan tembang jenis lainnya, tembang durma dibuat dengan aturan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Oleh karena itu, setiap manusia yang mendengar tembang durma harus memahami dengan benar amanat yang disampaikan.
Contoh Tembang Durma
Di bawah ini ada beberapa contoh tembang durma yang sering ditampilkan di acara tertentu masyarakat Jawa.
Contoh 1
Ingkang Eling Iku Ngelingake Marang
Sanak dulur kang lali
Kang nedya raharja
Mangkono tindak sira
Yen tan ngugu ya uwis
Teka menenga
Mung aja sok ngrasani
Contoh 2
Bener luput ala becik lawan beja
Cilaka mapan saking
Ing badan priyangga
Dudu saking wong liya
Pramila den ngati ati
Sakeh durgama
Singgahana den aglis
Baca Juga: 2 Contoh Perbedaan Pendapat di Lingkungan Masyarakat
Walaupun tembang durma biasanya dibawakan di suasana yang menegangkan, tetapi masyarakat tetap harus mengerti amanat tembang durma agar bisa menerapkannya dalam kehidupan. (GTA)
