Konten dari Pengguna

Amanat Tembang Durma beserta Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi amanat tembang durma. Sumber: pexels.com/Freestocks
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi amanat tembang durma. Sumber: pexels.com/Freestocks

Dalam mempelajari budaya Jawa, masyarakat Indonesia akan mempelajari tentang amanat tembang durma beserta contohnya. Tembang adalah salah satu karya sastra yang masih terus dilestarikan sampai saat ini.

Walaupun tembang tidak terkenal seperti di zaman dulu, tetapi masih ada beberapa masyarakat di Jawa yang masih menampilkan tembang di acara-acara tertentu. Setiap tembang yang ditampilkan memiliki makna tersendiri.

Pengertian dan Amanat Tembang Durma

Ilustrasi amanat tembang durma. Sumber: pexels.com/Chuck

Mengutip dari buku Serat Kandha Suluk Tembang Wayang, Bram Dalgunadi, (hal 115), pengertian tembang durma adalah berasal dari kata “durma”, yaitu bahasa Jawa klasik yang artinya harimau.

Sesuai dengan arti kata tersebut, tembang durma memiliki watak atau biasa digunakan dalam suasana seram. Biasanya, digunakan untuk menampilkan suasana yang menegangkan, horor, menakutkan, atau membuat miris.

Adapun amanat tembang durma adalah memberikan gambaran mengenai ikatan yang erat antara setiap manusia sebagai makhluk sosial. Jadi, dalam menjalani kehidupannya, setiap manusia akan membutuhkan manusia yang lain.

Karena rasa saling bergantung ini membuat manusia merasa harus bertanggung jawab terhadap orang lain dan diri sendiri. Tanggung jawab utama yang harus dilakukan manusia adalah menghargai adanya perbedaan.

Setiap manusia tidak boleh memaksakan kehendak orang lain yang berbeda pandangan. Sikap tanggung jawab ini yang bisa menghilangkan rasa curiga atau berpikiran negatif dengan orang lain sehingga semua manusia bisa hidup dengan nyaman.

Sama dengan tembang jenis lainnya, tembang durma dibuat dengan aturan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Oleh karena itu, setiap manusia yang mendengar tembang durma harus memahami dengan benar amanat yang disampaikan.

Contoh Tembang Durma

Ilustrasi amanat tembang durma. Sumber: pexels.com/Min An

Di bawah ini ada beberapa contoh tembang durma yang sering ditampilkan di acara tertentu masyarakat Jawa.

Contoh 1

Ingkang Eling Iku Ngelingake Marang

Sanak dulur kang lali

Kang nedya raharja

Mangkono tindak sira

Yen tan ngugu ya uwis

Teka menenga

Mung aja sok ngrasani

Contoh 2

Bener luput ala becik lawan beja

Cilaka mapan saking

Ing badan priyangga

Dudu saking wong liya

Pramila den ngati ati

Sakeh durgama

Singgahana den aglis

Baca Juga: 2 Contoh Perbedaan Pendapat di Lingkungan Masyarakat

Walaupun tembang durma biasanya dibawakan di suasana yang menegangkan, tetapi masyarakat tetap harus mengerti amanat tembang durma agar bisa menerapkannya dalam kehidupan. (GTA)