Konten dari Pengguna

Antibodi Monoklonal Termasuk Bioteknologi Konvensional atau Modern?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi antibodi monoklonal termasuk bioteknologi konvensional atau modern. Sumber: pexels.com/ChoknitiKhongchum.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi antibodi monoklonal termasuk bioteknologi konvensional atau modern. Sumber: pexels.com/ChoknitiKhongchum.

Inovasi pengobatan atau terapi buat penderita kanker payudara bisa dicapai dengan mengombinasikan antibodi monoklonal dengan pertuzumab dan trastuzumab. Pertanyaannya, antibodi monoklonal termasuk bioteknologi konvensional atau modern?

Diketahui bioteknologi menggunakan berbagai metode untuk menghasilkan inovasi, baik metode terbaru maupun metode lama yang terbukti efektif.

Bioteknologi mendapat tempat istimewa di berbagai bidang karena langsung menyentuh praktik, proses atau sistem sehingga hasil penelitiannya bisa dirasakan. Banyak harapan yang digantungkan melalui inovasi di bidang bioteknologi.

Antibodi Monoklonal Termasuk Bioteknologi Konvensional atau Modern?

Ilustrasi antibodi monoklonal termasuk bioteknologi konvensional atau modern. Sumber: pexels.com/MartinLopez.

Untuk menjawab pertanyaan tentang apakah antibodi monoklonal termasuk bioteknologi konvensional atau modern, harus dipahami lebih dahulu perbedaan kedua metode bioteknologi tersebut. Setelah itu, barulah dilakukan pembahasan tentang antibodi monoklonal.

1. Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern

Dikutip dari Mudah dan Aktif Belajar Biologi untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam, Rikky Firmansyah dan Kawan-kawan (2007:172), dahulu bioteknologi hanya mencakup fermentasi, namun sekarang telah berkembang luas.

Menurut United Nation Convention on Biological Diversity, bioteknologi adalah semua aplikasi teknologi yang menggunakan sistem biologi, organisme hidup, atau turunannya untuk membuat atau memodifikasi produk atau proses untuk keperluan umum.

Perbedaan utama antara bioteknologi konvensional dan modern adalah bahwa pada bioteknologi konvensional tidak ada rekayasa terhadap sifat alami gen biologi yang digunakan. Sementara pada bioteknologi terjadi sebaliknya.

Perbedaan lainnya adalah bioteknologi modern menggunakan peralatan yang lebih canggih. Hasil dari bioteknologi bisa diketahui lebih cepat meski biayanya lebih mahal.

2. Antibodi Monoklonal

Antibodi monoklonal merupakan produk bioteknologi di bidang kesehatan. Antibodi monoklonal dikembangkan untuk untuk mengatasi penyakit spesifik, misalnya tumor dan kanker.

Ilustrasi tentang antibodi monoklonal mirip dengan cara kerja antigen pada pandemi COVID-19 lalu. Saat diserang virus, tubuh secara alami akan menghasilkan antibodi bagi kuman atau antigen. Itu berarti agar sistem kekebalan tubuh aktif harus pernah diserang kuman tersebut.

Namun jika kuman masuk ke tubuh secara alami, belum tentu tubuh mampu bertahan. Karena itu, vaksin yang mengandung antigen dan sudah terbukti aman disuntikkan ke tubuh agar membentuk antibodi untuk melawan patogen.

Teknik untuk menghasilkan antibodi monoklonal dari kultur sel dikembangkan pada tahun 1970. Antibodi yang dihasilkan dari satu sel bersifat sama dan spesifik terhadap satu antigen. Teknologi yang dipakai adalah fusi sel antara sel B dari hati dan sel penghasil tumor.

Dilakukannya rekayasa terhadap sel yang berarti mengunakan peralatan canggih membuat antibodi monoklonal termasuk bioteknologi modern.

Baca juga: 3 Alasan Mengapa Bioteknologi Menggunakan Makhluk Hidup

Itulah pembahasan tentang apakah antibodi monoklonal termasuk bioteknologi konvensional atau modern. Bioteknologi terbukti pernah menyelamatkan dunia dari pandemi. (lus)