Apa Itu Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Karya Sastra? Ini Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cerpen, novel ataupun prosa merupakan beberapa bentuk dari karya sastra. Dalam karya sastra terdapat beberapa unsur penting yang disebut juga sebagai unsur intrinsik dan ekstrinsik. Namun, belum banyak yang memahami apa itu unsur intrinsik dan ekstrinsik?
Karya sastra adalah bentuk ekspresi seni yang dituangkan dalam tulisan atau lisan, yang memiliki nilai estetika, imajinasi, dan emosi. Karya sastra bertujuan untuk menyampaikan pesan, pengalaman, atau ide-ide tertentu kepada pembaca atau pendengar.
Apa Itu Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Karya Sastra?
Mengutip buku Be Smart Bahasa Indonesia karya Ismail Kusmayadi, dkk (2008:61) unsur-unsur yang terkandung dalam karya sastra terdiri atas dua bagian, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Lalu, apa itu unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam karya sastra?
Unsur intrinsik dan ekstrinsik adalah dua hal penting dalam karya sastra yang membantu pembaca memahami isi dan konteks karya tersebut. Berikut penjelasan mengenai unsur intrinsik dan ekstrinsik yang ada dalam karya sastra.
1. Unsur Intrinsik
Unsur intrinsik adalah elemen-elemen yang berasal dari dalam karya sastra itu sendiri dan membentuk struktur, isi, serta keutuhan cerita. Unsur-unsur ini langsung terlibat dalam penyusunan cerita, membuatnya menarik, serta menyampaikan pesan kepada pembaca. Berikut beberapa unsur intrinsik dalam karya sastra.
Tema: Ide utama atau gagasan pokok yang menjadi dasar cerita.
Tokoh dan Penokohan: Karakter dalam cerita serta bagaimana sifat atau perannya digambarkan.
Alur (Plot): Jalannya cerita, termasuk pengenalan, konflik, klimaks, hingga penyelesaian.
Latar (Setting): Tempat, waktu, dan suasana yang menjadi latar belakang cerita.
Sudut Pandang: Cara pandang penulis dalam menceritakan kisah, misalnya sudut pandang orang pertama atau ketiga.
Amanat: Pesan moral atau pelajaran yang ingin disampaikan melalui cerita.
Gaya Bahasa: Pilihan kata, ungkapan, atau simbol-simbol yang digunakan oleh penulis.
2. Unsur Ekstrinsik
Unsur ekstrinsik adalah elemen-elemen dari luar karya sastra yang memengaruhi isi, bentuk, atau cara karya tersebut diciptakan. Unsur ini mencakup latar belakang pengarang, konteks sosial, budaya, atau sejarah yang melingkupi proses penciptaan karya sastra.
Meski tidak langsung terlihat dalam cerita, unsur ekstrinsik membantu pembaca memahami alasan, tujuan, dan nilai-nilai di balik karya sastra. Berikut beberapa unsur ekstrinsik dalam karya sastra.
Latar Belakang Pengarang: Riwayat hidup, pengalaman, atau pandangan hidup penulis yang memengaruhi karyanya.
Kondisi Sosial dan Budaya: Keadaan masyarakat atau kebudayaan pada saat karya tersebut dibuat.
Nilai-Nilai yang Diusung: Nilai agama, moral, atau filsafat yang relevan dengan cerita.
Pengaruh Sejarah: Hubungan cerita dengan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah.
Dengan memahami apa itu unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam karya sastra, pembaca dapat menikmati karya sastra secara lebih utuh, baik dari segi isi maupun konteksnya. Kedua unsur ini adalah bagian fundamental dari karya sastra yang menyusun cerita secara keseluruhan. (BAI)
Baca Juga: 3 Contoh Unsur Ekstrinsik dalam Cerpen
