Apa Saja Bahaya Primer dan Sekunder Erupsi Gunung Merapi?

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahaya primer dan sekunder erupsi Gunung Merapi merupakan jenis bahaya yang biasa terjadi saat gunung tersebut mengalami letusan. Gunung Merapi adalah salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, yang memiliki potensi untuk menyebabkan bahaya.
Kombinasi bahaya primer dan sekunder dari erupsi Gunung Merapi membuatnya menjadi ancaman serius bagi penduduk di sekitarnya. Diperlukan adanya pengawasan yang cermat dan mitigasi risiko yang efektif untuk melindungi nyawa dan harta benda masyarakat.
Bahaya Primer dan Sekunder Erupsi Gunung Merapi
Di Indonesia, erupsi Gunung Merapi adalah fenomena alam yang dapat menimbulkan berbagai bahaya. Bahaya tersebut umumnya dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu bahaya primer, sekunder, dan kolateral.
Berikut adalah beberapa bentuk bahaya primer dan sekunder erupsi Gunung Merapi.
1. Bahaya Primer
Letusan Piroklastik. Merapi sering menghasilkan awan piroklastik yang sangat panas dan berbahaya selama erupsinya. Awan ini terdiri dari gas, abu, dan material piroklastik, yang dapat bergerak dengan cepat dan menyapu area di sekitarnya.
Aliran Lava. Erupsi Gunung Merapi juga dapat menghasilkan aliran lava pijar, yang bergerak melalui lembah-lembah dan ngarai, menghancurkan apa pun yang ada di jalurnya.
Debu Vulkanik. Debu vulkanik dapat tersebar luas dan menyebabkan gangguan pernapasan pada manusia dan hewan. Debu vulkanik yang tebal juga dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman dan infrastruktur.
2. Bahaya Sekunder
Banjir Lahar. Erupsi sering diikuti oleh hujan yang melarutkan material vulkanik yang tersimpan di lereng gunung. Air hujan yang meresap ke dalam material vulkanik ini dapat menyebabkan lahar, aliran lumpur panas yang bergerak cepat.
Hujan Abu: Hujan abu dapat mengganggu kehidupan sehari-hari penduduk di sekitarnya. Abu vulkanik dapat merusak tanaman, mengganggu sistem pernapasan, dan mengganggu lalu lintas udara dan darat.
Sedangkan bahaya kolateral adalah jenis bahaya yang terjadi setelah adanya erupsi. Contohnya terjadi perubahan topografi tanah, munculnya berbagai penyakit endemik, rusaknya berbagai infrastruktur, sampai dengan kelaparan.
Baca Juga: 7 Tipe Letusan Gunung Api dan Karakteristiknya
Berdasarkan buku Buku Pintar Penanggulangan Erupsi Gunung Merapi, Indah Arohmawati, (2021), contoh nyata bahaya primer dan sekunder terjadi saat letusan hebat Gunung Merapi pada tahun 2010. Bukan hanya alam yang rusak, melainkan juga menelan korban jiwa.
Seperti tadi sudah disebutkan, kombinasi dari bahaya primer dan sekunder erupsi gunung merapi dapat sangat mengganggu kehidupan masyarakat. Itulah sebabnya, diperlukan mitigasi risiko yang efektif, pemantauan cermat, dan perencanaan tanggap darurat yang baik. (DNR)
