Konten dari Pengguna

Apa Saja Komponen FITT? Ini 4 Hal yang Penting dalam Latihan Kebugaran

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa saja komponen fitt - Sumber: pexels.com/@olly/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa saja komponen fitt - Sumber: pexels.com/@olly/

Orang-orang yang aktif menjaga kebugaran tubuh, pastinya sudah paham apa saja komponen FITT dan fungsinya. Konsep FITT adalah hal penting dalam latihan kebugaran karena memberikan struktur dan pedoman untuk mencapai hasil yang optimal.

Dengan menerapkan FITT, setiap orang bisa mengembangkan program latihan yang sesuai dengan tujuan masing-masing. Baik untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan, menurunkan berat badan, atau membangun kekuatan tubuh.

Apa Saja Komponen FITT?

Ilustrasi apa saja komponen fitt - Sumber: pexels.com/@olly/

FITT adalah singkat dari Frequency, Intensity, Time, dan Type. Jika ditanya apa saja komponen FITT dalam latihan kebugaran tubuh, jawabannya adalah empat unsur tersebut.

Berdasarkan buku LANDASAN PENGEMBANGAN SEKOLAH OLAHRAGA, Dr. Sapto Adi, M.Kes, (2019), komponen FITT merupakan prinsip dasar yang digunakan untuk merancang program latihan kebugaran secara efektif. Berikut penjelasan dari setiap komponennya.

1. Frequency (Frekuensi)

Frekuensi mengacu pada seberapa sering seseorang melakukan latihan dalam periode tertentu, misalnya per minggu. Frekuensi bisa disesuaikan berdasarkan jenis latihan dan tingkat kebugaran. Contohnya:

  1. Latihan kardiovaskular: 3-5 kali per minggu

  2. Latihan kekuatan: 2-3 kali per minggu

  3. Latihan fleksibilitas: 2-3 kali per minggu

  4. Pemula: Mulai dengan frekuensi lebih rendah, lalu tingkatkan seiring waktu.

2. Intensity (Intensitas)

Intensitas adalah seberapa keras seseorang berlatih. Intensitas bisa diukur dengan beberapa cara, tergantung pada jenis latihan:

  1. Latihan kardio: Gunakan detak jantung target (60-85% dari denyut jantung maksimal). Bisa juga berdasarkan skala RPE (Rate of Perceived Exertion) dari 1-10, dengan poin 7-8 yang dianggap intensitas sedang.

  2. Latihan kekuatan: Gunakan berat beban dan jumlah repetisi (reps). Beban berat dengan reps rendah = intensitas tinggi.

3. Time (Durasi)

Durasi adalah berapa lama setiap sesi latihan berlangsung. Waktu optimal bergantung pada jenis latihan dan tujuan yang ingin dicapai.

  1. Latihan kardio: 20-60 menit per sesi

  2. Latihan kekuatan: 30-45 menit per sesi

  3. Latihan fleksibilitas: 10-30 detik per peregangan, ulang 2-4 kali

  4. Pemula bisa mulai dengan durasi lebih singkat dan meningkatkannya seiring perkembangan.

4. Type (Jenis)

Jenis latihan merujuk pada aktivitas atau olahraga spesifik yang dipilih seseorang sesuai dengan tujuan latihan kebugaran mereka.

  1. Kardio: Berlari, bersepeda, berenang, atau zumba

  2. Kekuatan: Angkat beban, bodyweight training (push-up, squat)

  3. Fleksibilitas: Yoga, stretching, pilates

  4. Latihan fungsional: CrossFit atau olahraga untuk meningkatkan gerakan sehari-hari

Dengan memahami apa saja komponen FITT dan menerapkannya secara rutin, semua orang bisa mengatur program latihan agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Sekaligus memastikan mereka mendapatkan perkembangan yang optimal dan konsisten. (DNR)

Baca Juga: 5 Manfaat Gerak Dasar Latihan Kebugaran Jasmani