Konten dari Pengguna

Apa yang Dimaksud dengan Experiential Learning Menurut David Kolb?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa yang dimaksud dengan experiential learning menurut David Kolb?Sumber: Pixabay/Ri_Ya
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa yang dimaksud dengan experiential learning menurut David Kolb?Sumber: Pixabay/Ri_Ya

David Kolb merupakan tokoh yang terkenal dengan Experiential Learning Theory (ELT), yang kemudian menjadi dasar model pembelajaran experiential learning. Apa yang dimaksud dengan experiential learning menurut David Kolb?

David Allen Kolb atau yang terkenal dengan sapaan David Kolb yaitu tokoh besar asal Amerika yang lahir pada 12 Desember tahun 1939 di Moline Illinois. David Kolb merupakan seorang psikolog sosial sekaligus ahli teori pendidikan.

Apa yang Dimaksud dengan Experiential Learning Menurut David Kolb? Ini Penjelasannya

Ilustrasi apa yang dimaksud dengan experiential learning menurut David Kolb?. Sumber: Pixabay/Pexels

Experiential Learning diciptakan oleh David Kolb pada tahun 1984, yang kemudian menjadi landasan untuk pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman. Tokoh pendidik yang memengaruhi pemikiran David Kolb antara lain John Dewey, Kurt Lewin, dan Jean Piaget.

Lantas, apa yang dimaksud dengan experiential learning menurut David Kolb? Dikutip dalam buku 164 Model Pembelajaran Kontemporer, Dr. Amin, S.Pd., M.Si., dan Linda Yurike Susan Sumendap, M.Pd. (2022:212), menurut David Kolb, experiential learning adalah proses bagaimana pengetahuan diciptakan melalui perubahan bentuk pengalaman. Pengetahuan diakibatkan oleh kombinasi pemahaman dan mentransformasikan pengalaman.

Dalam experiential learning terdapat empat tahap yang saling berinteraksi sehingga membentuk sebuah siklus. Empat tahap tersebut, yaitu:

  1. Pengalaman konkret (feeling): Belajar dari pengalaman-pengalaman yang spesifik dan peka terhadap situasi.

  2. Observasi reflektif (watching): Mengamati sebelum membuat suatu keputusan dengan mengamati lingkungan dari persepektif-persefektif yang berbeda dan memandang berbagai hal untuk memperoleh suatu makna.

  3. Konseptualisasi abstrak (thinking): Ide baru muncul akibat proses refleksi sebagai modifikasi dari konsep abstrak sebelumnya.

  4. Eksperimen aktif (doing): Melaksanakan berbagai hal dengan orang-orang dan melakukan tindakan berdasarkan peristiwa, termasuk pengambilan resiko.

Dua tahap pertama dari siklus di atas, Kolb melibatkan pemahaman terhadap pengalaman. Dua tahap kedua berfokus pada transformasi pengalaman.

Sehingga bisa dikatakan siswa memahami pengalaman dengan dua cara yang berbeda melalui pembelajaran konkret dan konseptualisasi abstrak. Kemudian orang lain dapat mengubah pengalaman dalam dua cara yaitu melalui observasi reflektif atau eksperimen aktif.

Dengan demikian apa yang dimaksud dengan experiential learning menurut David Kolb. Sebuah model pembelajaran yang holistik, seseorang belajar, berkembang, dan bertumbuh melalui pengalaman langsung, refleksi, konseptualisasi, dan eksperimen aktif. (MRZ)

Baca juga: Bagaimana Prinsip UbD Merancang Pembelajaran Efektif dan Apa Tantangannya?