Apakah Cacing Memiliki Tulang Belakang? Inilah Jawabannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah cacing memiliki tulang belakang? Musim penghujan merupakan waktu yang tepat untuk mengamati cacing karena sering tampak setelah hujan.
Bagi sebagian orang, cacing adalah hewan yang menjijikkan. Bagi sebagian lagi, cacing banyak manfaatnya. Perhatian terhadap cacing yang memiliki tubuh memanjang tersebut menimbulkan pertanyaan tentang organnya.
Apakah Cacing Memiliki Tulang Belakang?
Manfaat cacing bagi kehidupan, antara lain dapat meningkatkan kesuburan tanah, umpan pancing dan makanan burung. Namun lantaran bentuk tubuhnya yang dianggap menjijikkan, sebagian orang tidak mau melihatnya.
Apakah cacing memiliki tulang belakang? Buku Pintar Hewan, Jumanta (2020:173), cacing tidak memiliki tulang belakang sehingga disebut hewan invertebrata. Jika mau melihat, akan tampak bahwa tidak ada penyangga di tubuh cacing.
Untuk memperluas wawasan tentang cacing, berikut adalah beberapa fakta tentang cacing.
Cacing merupakan hewan invertebrata, yaitu hewan yang tidak memiliki tulang belakang.
Cacing bertubuh lunak, serta tidak miliki mata, hidung, telinga, tangan dan kaki.
Cacing memilih tubuh yang simetris bilateral sehingga dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama, yaitu kiri dan kanan.
Bagian-bagian tubuh cacing, antara lain bagian depan terdapat ujung anterior, bagian belakang terdapat ujung posterior, permukaan dorsal (permukaan atas atau punggung), dan permukaan ventral (permukaan bawah atau perut).
Cacing dapat hidup di dalam tanah maupun sebagai parasit pada tubuh manusia dan hewan. Namun cacing yang paling mudah dikenali adalah cacing tanah.
Cacing bernapas melalui permukaan kulitnya.
Pada permukaan kulit cacing terdapat pembuluh yang menghasilkan lendir untuk menjaga kelembaban kulit sebagai tempat untuk menyerap oksigen.
Oksigen yang diserap cacing langsung diikat oleh hemoglobin melalui pembuluh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh.
Hasil respirasi yang berupa karbondioksida dikeluarkan kembali melalui permukaan kulit.
Jika tubuh cacing terpotong menjadi dua bagian maka bagian tubuh yang ada kepalanya dapat bertahan hidup.
80% massa tubuh cacing merupakan air sehingga cacing adalah hewan berdarah dingin.
Cacing memiliki alat reproduksi ganda atau hermafrodit, yaitu jantan dan betina. Namun perkawinan antar cacing tetap terjadi untuk pertukaran sperma.
Jenis-jenis cacing terdiri dari cacing beruas-ruas, cacing pipih, dan cacing gilik.
Cacing hanya memakan segala sesuatu yang pernah hidup.
Cacing dapat hidup hingga 3-4 tahun, bahkan ada yang dapat bertahan hingga 15 tahun.
Apakah cacing memiliki tulang belakang? Sebagai hewan invertebrata, cacing tidak memiliki tulang belakang dan organ-organ penting lainnya. (lus)
Baca juga: Hewan Invertebrata: Pengertian, Klasifikasi dan Contohnya
