Konten dari Pengguna

Apakah Fungsi Utama dari Kajian Pustaka Bagi Suatu Karya Ilmiah?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ketahui Apakah Fungsi Utama dari Kajian Pustaka Bagi Suatu Karya Ilmiah. Sumber: Pexels/Fauxels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ketahui Apakah Fungsi Utama dari Kajian Pustaka Bagi Suatu Karya Ilmiah. Sumber: Pexels/Fauxels

Kajian pustaka merupakan salah satu bagian penting yang ada dalam sebuah penelitian ataupun karya ilmiah. Oleh karenanya, kajian pustaka harus ada dalam penelitian. Namun, apakah fungsi utama dari kajian pustaka bagi suatu karya ilmiah?

Tujuan dari adanya kajian pustaka adalah menentukan landasan teori, mengidentifikasi kesenjangan penelitian dan juga membantu menyusun kerangka konseptual. Kajian pustaka dapat memberikan justifikasi yang kuat untuk penelitian yang akan dilakukan, dan membantu peneliti mengarahkan studinya dengan lebih efektif.

Ketahui Apakah Fungsi Utama dari Kajian Pustaka Bagi Suatu Karya Ilmiah?

Ilustrasi Ketahui Apakah Fungsi Utama dari Kajian Pustaka Bagi Suatu Karya Ilmiah. Sumber: Pexels/Christina Morillo

Mengutip buku Mahir Menguasai PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Dalam 20 Hari karya Jasiah, dkk (2021:112) kajian pustaka merupakan deretan dari daftar referensi keseluruhan jenis dari referensi yang sudah diambil. Lalu, apakah fungsi utama dari kajian pustaka bagi suatu karya ilmiah?

Pada dasarnya, fungsi utama kajian pustaka adalah memberikan pembenaran pemilihan masalah penelitian. Kajian pustaka juga dapat digunakan untuk mengkaji, menelaah dan juga sebagai dasar penguat dari sebuah penelitian yang dilakukan. Berikut beberapa fungsi lain dari kajian pustaka dalam karya ilmiah.

1. Identifikasi Kesenjangan Penelitian

Dengan meninjau literatur yang ada, penulis dapat mengidentifikasi area yang belum banyak diteliti atau memerlukan penelitian lebih lanjut, sehingga dapat menentukan kontribusi penelitian yang akan dilakukan.

2. Menghindari Duplikasi Penelitian

Dengan memahami apa yang sudah diteliti sebelumnya, penulis dapat memastikan bahwa penelitian tersebut menawarkan sesuatu yang baru dan tidak sekadar mengulang penelitian yang sudah ada.

3. Memberikan Kredibilitas

Mengacu pada literatur yang relevan dan diakui membantu memberikan kredibilitas pada penelitian, menunjukkan bahwa penelitian didasarkan pada pengetahuan yang sudah ada dan diakui secara ilmiah.

4. Menyusun Argumentasi

Kajian pustaka membantu dalam menyusun argumentasi yang kuat dengan mendukung hipotesis atau pertanyaan penelitian berdasarkan bukti-bukti yang telah ditemukan dalam penelitian sebelumnya.

5. Mengidentifikasi Variabel dan Instrumen

Dalam kajian pustaka, penulis dapat menemukan variabel-variabel penting dan instrumen yang telah digunakan dalam penelitian sebelumnya, yang dapat dijadikan referensi untuk penelitian tersebut

6. Menyediakan Informasi Dasar

Memberikan informasi dasar yang dibutuhkan untuk memahami penelitian yang dilakukan. Ini termasuk definisi istilah, pemahaman tentang teori yang ada, dan konteks historis atau latar belakang dari masalah yang diteliti.

7. Menetapkan Konteks Penelitian

Dengan mengkaji literatur yang relevan, peneliti dapat menempatkan penelitian dalam konteks yang lebih luas dan memahami bagaimana penelitian tersebut berkontribusi terhadap bidang studi tertentu.

Mengetahui apakah fungsi utama dari kajian pustaka bagi suatu karya ilmiah dapat membantu peneliti dalam memahami mengenai struktur penelitian. Selain itu, dapat memberikan informasi penting untuk peneliti terkait pentingnya kajian ilmiah dalam sebuah penelitian. (BAI)

Baca juga: 5 Contoh Kesimpulan Karya Ilmiah