Apakah Kopi Fermentasi Diproduksi dalam Kondisi Steril? Ini Jawabannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kopi memiliki cita rasa unik dan berbeda dari minuman lainnya. Proses pengolahan kopi pun melewati beberapa tahap penting, salah satunya adalah tahap fermentasi. Namun, tidak banyak orang ketahui jawaban dari pertanyaan apakah kopi fermentasi diproduksi dalam kondisi steril.
Menurut buku Sains Kopi Indonesia, Wenny Bekti Sunarharum dkk (2019: 84), fermentasi merupakan tahapan penting dalam pembentukan cita rasa kopi. Di Indonesia, ada dua tahapan fermentasi, yaitu fermentasi basah dan fermentasi kering.
Fermentasi basah dikenal sebagai tahapan pengolahan biji kopi dengan menggunakan air. Sedangkan fermentasi kering dilakukan tanpa menggunakan air yang biasa digunakan untuk mengolah kopi natural dan kopi wine.
Apakah Kopi Fermentasi Diproduksi dalam Kondisi Steril?
Sering kali timbul pertanyaan ketika mendengar proses pengolahan kopi, yaitu apakah kopi fermentasi diproduksi dalam kondisi steril. Jawabannya adalah kopi fermentasi tetap diproduksi dalam kondisi steril karena dilakukan dalam suhu tertentu.
Seperti yang sudah diketahui, fermentasi adalah proses untuk menghasilkan reaksi kimia dalam melibatkan mikroorganisme saat mengurai. Mikroorganisme yang berpartisipasi dalam penguraian adalah bakteri saccharomyces cerevisiae dan lactic acid bacteria.
Mikroorganisme tersebut akan membantu proses perkembangan kopi dengan mengeluarkan zat, enzim, gula, dan masih banyak lagi. Tentunya, fermentasi tersebut akan dilakukan di coffee fermentation tank dan berada pada suhu 4 hingga 8 derajat celcius.
Proses fermentasi pada kopi selalu sukses dan hampir tidak mengalami kegagalan karena biasanya petani kopi akan melakukan eksperimen sebelum melakukan fermentasi. Ada dua cara proses fermentasi pada kopi, yaitu aerobik dan anaerobik.
Fermentasi aerobik dilakukan dengan mengolah buah ceri yang masih berisi oksigen dengan meletakkan di dalam tangki. Kemudian petani akan membiarkan mikroorganisme bekerja dan membutuhkan waktu serta suhu tertentu.
Fermentasi anaerobik dengan cara menempatkan biji kopi ceri di dalam tangki, setelah atau sebelum melakukan pulping, dan direndam air. Kemudian dalam kurun waktu dan suhu tertentu, mikroorganisme akan bekerja dengan dibantu oleh air.
Pada suatu pengolahan kopi dengan cara fermentasi, terdapat substrat fermentasi yaitu lendir dari biji segar yang tersusun dari karbohidrat. Sehingga hasil olahan tersebut akan bersifat asam dengan memiliki Ph 4,1 hingga 4,3.
Baca Juga: Apakah Kopi Fermentasi merupakan Produk Bioteknologi?
Demikian penjelasan mengenai pertanyaan apakah kopi fermentasi diproduksi dalam kondisi steril yang seringkali timbul dalam benak pembaca. Pastinya, proses produksi kopi dengan cara fermentasi dapat mempengaruhi bentuk dan rasanya. (AYA)
