Konten dari Pengguna

Apakah Puasa Katolik Boleh Ngemil? Ini Aturan yang Perlu Dipahami

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apakah puasa katolik boleh ngemil - Sumber: unsplash.com/@roadahead_2223
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apakah puasa katolik boleh ngemil - Sumber: unsplash.com/@roadahead_2223

Banyak orang mungkin bertanya-tanya, apakah puasa Katolik boleh ngemil? Puasa dalam ajaran Katolik memiliki aturan yang berbeda dengan puasa dalam agama lain.

Puasa dalam Katolik lebih menekankan pada pengurangan jumlah makanan, bukan larangan makan total. Terdapat juga beberapa aturan khusus yang perlu dipahami, termasuk tentang diizinkannya makan ringan atau ngemil selama berpuasa.

Apakah Puasa Katolik Boleh Ngemil? Ini Penjelasannya

Ilustrasi apakah puasa katolik boleh ngemil - Sumber: Pixabay.com/Prierlechapelet

Dalam ajaran Katolik, puasa memiliki aturan yang cukup jelas dan berbeda dengan konsep puasa di agama lain. Puasa dalam Katolik bukan berarti tidak makan atau minum sama sekali, tetapi lebih kepada pengurangan jumlah konsumsi makanan serta pantang terhadap makanan tertentu.

Puasa dalam Katolik adalah bentuk pengendalian diri dan pengorbanan sebagai tanda pertobatan dan refleksi spiritual. Puasa ini umumnya dilakukan pada:

  1. Rabu Abu (awal Masa Prapaskah)

  2. Jumat Agung (peringatan wafat Yesus Kristus)

Berdasarkan ketentuan yang ada di Gereja Katolik, aturan puasa secara umum adalah sebagai berikut:

  1. Hanya makan satu kali kenyang dalam sehari

  2. Selain satu kali makan utama (biasanya siang atau malam), boleh makan ringan (snack) dua kali sepanjang hari, tetapi tidak boleh sampai kenyang.

  3. Tidak mengonsumsi daging pada hari-hari pantang (seperti Jumat dalam Masa Prapaskah).

  4. Minuman tidak termasuk dalam aturan puasa

  5. Air, teh, kopi, atau jus boleh dikonsumsi selama tidak berlebihan.

  6. Aturan puasa juga sering dikombinasikan dengan pantang, yaitu menghindari jenis makanan tertentu, seperti daging.

Berdasarkan buku Mysterium Paschale: Makna Misteri Paskah dalam Perayaan Liturgi – Seri Perjalanan Jiwa 9, Emanuel Martasudjita, Pr., (2020), aturan puasa tersebut wajib bagi umat Katolik berusia 18 hingga 60 tahun. Sementara anak-anak dan orang yang sakit tidak diwajibkan untuk berpuasa.

Jadi, apakah puasa Katolik boleh ngemil? Jawabannya adalah ya, boleh. Ngemil masih diperbolehkan selama memenuhi aturan, seperti hanya boleh dua kali sehari, tidak boleh sampai kenyang, makanan ringan yang dipilih bukan pengganti makanan utama.

Jika ngemil dalam jumlah kecil (misalnya makan roti atau biskuit) artinya tidak melanggar aturan puasa. Akan tetapi tetap harus dilakukan dalam batas yang sesuai.

Puasa dalam Katolik tidak melarang ngemil, tetapi jumlahnya dibatasi agar tidak menggantikan makan utama atau menyebabkan kenyang. Umat Katolik yang berpuasa tetap diperbolehkan makan ringan dua kali sehari dengan porsi kecil. Demikian penjelasan untuk menjawab pertanyaan apakah puasa Katolik boleh ngemil atau tidak. (DNR)

Baca Juga: Apakah Puasa Katolik Boleh Minum? Ini Ketentuannya