Arti Fase D di Raport Kurikulum Merdeka

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti fase D di raport adalah kelas VII-IX SMP/MTs/Paket B/sederajat pada Kurikulum Merdeka. Dalam sistem pendidikan Indonesia, penilaian hasil belajar siswa tercermin melalui rapor yang diberikan pada akhir semester.
Salah satu komponen penting dalam rapor ini adalah penilaian berbasis fase. Pada jenjang pendidikan SMP/MTs atau Paket B sederajat, siswa dinilai berdasarkan fase-fase perkembangan yang telah ditetapkan.
Arti Fase D di Raport
Salah satu fase perkembangan dalam jenjang ini adalah Fase D, yang mencakup kelas VII hingga IX. Dikutip dari buku Target Rapor, Joko dkk (2018: 60), fase D merupakan periode yang sangat penting dalam perkembangan pendidikan siswa.
Pada fase ini, siswa berada pada usia 12-15 tahun, yang merupakan masa transisi dari anak-anak menuju remaja. Dalam konteks kurikulum, Arti fase D di rapor adalah transisi dari pembelajaran dasar menuju pembelajaran yang lebih kompleks dan terstruktur.
Pada Fase D, siswa mulai belajar mata pelajaran dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat sebelumnya. Materi pelajaran mencakup berbagai disiplin ilmu seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan bahasa asing.
Di fase ini, siswa juga diajarkan keterampilan berpikir kritis, analitis, dan kreatif yang menjadi dasar untuk pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Selain Fase D, terdapat beberapa fase lain yang menggambarkan tahapan perkembangan pendidikan siswa.
Berikut penjelasan mengenai fase-fase tersebut.
Fase A: Fase A meliputi pendidikan pada jenjang Taman Kanak-Kanak (TK). Pada fase ini, anak-anak berusia 4-6 tahun. Fokus utama dalam fase ini adalah pengembangan kemampuan dasar seperti mengenal huruf dan angka, serta keterampilan sosial dan motorik.
Fase B: Fase B mencakup pendidikan di kelas I-III SD/MI atau sederajat. Pada usia 7-9 tahun, siswa mulai belajar membaca, menulis, dan berhitung dengan lebih intensif. Kurikulum pada fase ini dirancang untuk membangun dasar pengetahuan dan keterampilan yang kuat.
Fase C: Fase C mencakup kelas IV-VI SD/MI atau sederajat. Usia siswa pada fase ini adalah 10-12 tahun. Pembelajaran difokuskan pada pengembangan pengetahuan yang lebih mendalam serta keterampilan berpikir yang lebih kompleks. Mata pelajaran seperti Matematika, IPA, dan IPS mulai diajarkan dengan lebih terstruktur.
Fase E: Fase E mencakup jenjang SMA/MA atau Paket C sederajat. Pada fase ini, siswa berusia 16-18 tahun. Materi pelajaran menjadi lebih spesifik dan mendalam sesuai dengan peminatan yang dipilih, seperti IPA, IPS, atau Bahasa. Tujuan utama fase ini adalah mempersiapkan siswa untuk pendidikan tinggi atau dunia kerja.
Fase F: Fase F mencakup pendidikan tinggi atau perguruan tinggi. Pada fase ini, mahasiswa fokus pada bidang studi yang lebih spesifik sesuai dengan minat dan bakatnya. Pendidikan pada fase ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan profesional dan keahlian khusus yang diperlukan dalam dunia kerja.
Itulah arti fase D di raport yang merupakan kelas VII-IX SMP/MTs/Paket B/sederajat. Memahami fase-fase perkembangan pendidikan sangat penting bagi orang tua dan pendidik untuk memberikan dukungan yang tepat sesuai dengan tahap para siswa. (Msr)
Baca juga: Ketahui Tujuan Pembelajaran Sosial Emosional
