Aturan Angka Penting, Modul, dan Rumus yang Perlu Diketahui

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang matematika dan fisika, aturan angka penting, modul, dan rumus memiliki peranan penting dalam menghasilkan hasil yang akurat dan bermakna.
Mengutip dari buku Supersoal Fisika SMA, Nurizati, M.Si (2012:6), angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran, yang terdiri dari angka eksak (pasti) dan satu angka taksiran (angka terakhir).
Penerapan Aturan Angka Penting yang Sudah Diperhitungkan
Aturan angka penting ini membantu dalam melakukan perhitungan dan analisis data dengan tepat, menghindari kesalahan yang dapat merugikan dan menghasilkan kesimpulan yang lebih baik. Angka penting terdiri dari dua bagian, yaitu:
Angka pasti: Angka yang ditunjukkan pada skala alat ukur dengan nilai yang ada.
Angka taksiran: Angka hasil pengukuran yang diperoleh dengan memperkirakan nilainya.
Saat menulis hasil pengukuran, aturan harus diperhitungkan. Berikut adalah aturan untuk menulis angka penting dalam fisika.
Semua angka bukan nol adalah AP Contoh : angka 343245 memiliki 6 (enam) angka penting.
Angka nol di belakang angka bukan nol bukanlah angka penting, kecuali jika diberi tanda khusus seperti garis bawah. Contoh : a. Angka 120 memiliki 2 (dua) angka penting, 1 dan 2. b. Angka 50700 memiliki tiga angka penting, 5, 0 dan 7.
Angka nol yang terletak antara 2 angka bukan nol merupakan angka penting. Angka 50700 memiliki tiga angka penting, 5, 0 dan 7.
Angka nol sebelum angka bukan nol bukanlah AP. Angka 0,0065 memiliki dua angka penting, 6 dan 5.
Nol di belakang titik desimal dan mengikuti bukan nol adalah AP. Angka 5.600 memiliki empat angka penting, yaitu 5, 6, 0 dan 0.
Analisis hasil pengukuran selalu melibatkan perhitungan matematis atau operasi aritmatika. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika melakukan operasi penghitungan dengan angka signifikan.
Baca juga: 3 Cara Menghitung Luas Bangun Datar yang Mudah untuk Pelajar
Rumus Angka Penting yang Perlu Diketahui
Bagaimana untuk merumuskan atau rumus angka penting? Berikut ulasannya.
1. Aturan Pembualatan
Ketika angka dihilangkan dari suatu bilangan, nilai dari angka terakhir yang disimpan ditentukan oleh proses yang disebut pembulatan. Aturan pembulatan untuk angka-angka ini termasuk:
Apabila angka lebih dari 5 dibulatkan ke atas serta angka kurang dari 5 dihilangkan. Contoh : a. 346,86 dibulatkan menjadi 346,9 b. 516,64 dibulatkan menjadi 516,6
Jika tepat di angka 5, maka akan dibulatkan ke atas jika angka sebelumnya merupakan angka ganjil serta dihilangkan jika pada angka sebelumnya merupakan angka genap. Contoh : a. 346,65 dibulatkan menjadi 346,6 b. 426,55 dibulatkan menjadi 426,6.
2. Perkalian dan Pembagian
Operasi perkalian serta pembagian akan mengikuti beberapa aturan di bawah ini :
Dalam jumlah angka penting di bagian akhir, ikuti jumlah angka yang paling sedikit. Untuk perkalian serta pembagian angka penting dengan angka eksak, hasil akhirnya mengikuti jumlah dari Angka penting teersebut.
Misalnya: 125 cm (3 AP) dikalikan dengan 10 (1 AP) = 1250, karena masih ada 3, jadi itu harus digunakan sebagai satu-satunya angka penting. Oleh karena itu hasilnya akan menjadi 1000 (1 angka penting).
3. Penjumlahan dan Pengurangan
Operasi pengurangan dan penjumlahan untuk angka besar mengikuti aturan berikut: Penulisan hasil operasi penambahan dan pengurangan hanya dapat memiliki satu angka / perkiraan / angka tidak pasti.
Sebagai contoh : 12 cm (2 adalah angka yang tidak pasti) + 2,85 cm (5 angka yang tidak pasti) = 14,85 (4 dan 5 adalah angka yang tidak pasti) kemudian, dibulatkan menjadi satu angka yang tidak pasti, menjadi 15.
Aturan angka penting membantu memastikan akurasi dan ketepatan hasil perhitungan, modul membantu dalam pemahaman materi pelajaran yang kompleks, sementara rumus-rumus dasar membentuk dasar perhitungan yang lebih kompleks.
Dengan menguasai aturan-aturan ini, setiap orang dapat melakukan perhitungan dan analisis dengan lebih efektif, menghindari kesalahan yang tidak perlu, dan memahami konsep-konsep yang lebih dalam.(VAN)
