Aturan Awalan Meng Menjadi Me Apabila Diikuti Kata Dasar Berawalan dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penggunaan awalan meng dalam bahasa Indonesia bervariasi tergantug pada fonem dari kata dasar yang mengikutinya. Terdapat beberapa aturan meng menjadi me apabila diikuti kata dasar berawalan fonem /r, l, m, n, w, y, ng, ny/.
Dikutip dari Buku Morfologi, Jos Daniel Parera, (hal. 40), fonem adalah satuan bunyi terkecil, baik konsonan maupun vokal, yang mampu menciptakan perbedaan suatu kata. Fonem bukanlah huruf, melainkan bunyi dari huruf tersebut.
Aturan Awalan Meng menjadi Me Apabila Diikuti Kata Dasar Berawalan Fonem
Salah satu aturan penting dalam penggunaan awalan meng adalah perubahan menjadi me saat bertemu dengan kata dasar yang berawalan fonem tertentu.
Berikut penjelasan awalan meng menjadi me apabila diikuti kata dasar berawalan fonem /r, l, m, n, w, y, ng, ny/ dan contoh katanya.
1. Kata Dasar Berawalan Fonem /r/
Jika kata dasar berawalan /r/, maka awalan meng berubah menjadi me.
Contoh:
Kata dasar rangkai menjadi merangkai.
Kata dasar racik menjadi meracik.
2. Kata Dasar Berawalan Fonem /l/
Kata daasar berawalan /l/ juga mengikuti perubahan awalan dari meng menjadi me.
Contoh:
Kata dasar lempar menjadi melempar.
Kata dasar latih menjadi melatih.
3. Kata Dasar Berawalan Fonem /m/
Jika kata dasar dimulai dengan fonem /m/, awalan meng tetap menjadi me.
Contoh:
Kata dasar masak menjadi memasak.
Kata dasar minum menjadi meminum.
4. Kata Dasar Berawalan Fonem /n/
Untuk kata dasar berawalan /n/, awalan meng berubah menjadi me.
Contoh:
Kata dasar nyanyi menjadi menyanyi.
Kata dasar nanti menjadi menanti.
5. Kata Dasar Berawalan Fonem /w/
Kata dasar berawalan /w/ mengikuti aturan yang sama, yaitu awalan meng berubah menjadi me.
Contoh:
Kata dasar wakili menjadi mewakili.
Kata dasar warnai menjadi mewarnai.
6. Kata Dasar Berawalan Fonem /y/
Awalan meng menjadi me, apabila diikuti kata dasar yang berawalan /y/.
Contoh:
Kata dasar yakini menjadi meyakini.
Kata dasar yakin menjadi meyakini.
7. Kata Dasar Berawalan Fonem /ng/
Fonem /ng/ juga menyebabkan awalan meng berubah menjadi me.
Contoh:
Kata dasar nganga menjadi menganga.
Kata dasar ngaji menjadi mengaji.
8. Kata Dasar Berawalan Fonem /ny/
Kata dasar dengan fonem /ny/ mengubah awalan meng menjadi me.
Contoh:
Kata dasar nyapu menjadi menyapu.
Kata dasar nyanyi menjadi menyanyi.
Awalan meng menjadi me apabila diikuti kata dasar berawalan fonem /r, l, m, n, w, y, ng, ny/ penting untuk diperhatikan. Aturan ini mempermudah pengucapan dalam bahasa Indonesia. (ERI)
Baca juga: Aturan Penggunaan Huruf Kapital yang Benar dan Contohnya
