Aturan Penggunaan Toga Wisuda yang Wajib Diketahui Mahasiswa

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aturan penggunaan toga wisuda menjadi hal penting untuk diketahui mahasiswa sebelum pelaksanaan acara wisuda. Hal ini bertujuan agar penggunaan busana wisuda tersebut lengkap dan tidak ada yang salah.
Istilah toga dapat diartikan sebagai simbol penting untuk upacara kelulusan yang digunakan di berbagai negara. Penggunanya mampu menggambarkan prestasi akademik yang berhasil diraih oleh mahasiswa tersebut selama menempuh pendidikan tinggi.
Pengertian Toga Wisuda beserta Kelengkapan Atributnya
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wisuda merupakan pelantikan atau peresmian yang dilakukan dengan upacara khidmat. Mahasiswa yang telah lulus akan mengikuti pengesahan langsung oleh rektor universitas atau perguruan tinggi.
Ketika acara seremonial wisuda tersebut, baik rektor maupun mahasiswa menggunakan seragam yang disebut dengan toga. Mengutip dari buku Smart Muslimah: Jadi Muslimah Harus Pintar oleh Dewi Ahmad Zarkasi, dkk. (2017:67-68), istilah toga berasal dari kata "tego" yang berarti penutup dalam bahasa Latin.
Jika dicermati dengan baik, hampir semua jenis toga yang dikenakan saat wisuda identik dengan warna hitam. Warna hitam sendiri sering diidentikkan dengan hal yang misterius dan gelap. Jadi, misterius dan kegelapan inilah yang harus dikalahkan oleh sarjana.
Dengan memakai warna hitam, diharapkan para sarjana mampu menyebalkan kegelapan dengan ilmu pengetahuan yang selama ini mereka dapatkan di dunia perkuliahan. Warna hitam juga melambangkan keagungan sehingga sarjana menggunakan warna ini sebagai jubahnya.
Umumnya, toga wisudawan terdiri dari jubah yang dikenakan, kerah wisuda, kalung wisuda, gordon, dan topi. Adapun penjelasan mengenai atribut tersebut bisa diketahui sebagai berikut.
Baju Toga: Pakaian berbentuk jubah berwarna hitam dengan kancing berupa perekat di bagian depan.
Kerah wisuda: Kerah berwarna yang berbentuk oval atau persegi yang dikenakan di bahu melingkar untuk menutupi dada punggung dan pundak.
Kalung wisuda: Kalung pewarna dari bahan kain yang dikalungkan di leher berfungsi untuk menggantungkan gordon wisuda.
Gordon wisuda: Medali yang terbuat dari plat besi pipih atau mika yang berbentuk lingkaran, segi lima, atau format lain dengan emblem logo lembaga yang digantung pada kalung wisuda.
Topi wisuda: Topi berwarna hitam yang berbentuk segi lima dan di tengah atas topi terdapat tali dengan ujung tali dipasang rumbai.
Aturan Penggunaan Toga Wisuda
Dalam prosesi wisuda, mahasiswa akan mengenakan berbagai atribut kelengkapan baju toga wisuda. Berikut ini aturan penggunaan toga wisuda beserta atributnya yang dapat dipahami oleh mahasiswa.
Gunakan baju toga terlebih dahulu.
Pakailah kerah wisuda. Usahakan bagian sisi depan berbentuk melingkar dan terdapat perekat sedangkan sisi belakang adalah yang berbentuk lurus.
Selanjutnya, pakailah kalung wisuda di leher dengan bagian kanan kalung berada di depan bagian kiri dengan posisi sedikit menyilang.
Lalu, pasang logo universitas atau perguruan tinggi. Pastikan posisinya berada tepat di pertemuan penyilangan kalung wisuda.
Setelah itu, pasang topi toga. Pastikan bagian segi lima yang meruncing menghadap ke depan.
Pemahaman aturan penggunaan toko wisuda membantu mahasiswa dalam menggunakan atribut kelengkapan toga wisudawan. Hal ini bertujuan agar tidak terdapat kesalahan dalam pemakaiannya. (NTA)
Baca juga: Filosofi Baju Toga Wisuda yang Perlu Diketahui Mahasiswa
