Bagaimana Aturan Penulisan Awalan Me- pada Verba? Ini Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kalimat Bahasa Indonesia, awalan me- merupakan salah satu afiks yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia, terutama pada verba (kata kerja). Sebetulnya, bagaimana aturan penulisan awalan me pada verba?
Mengutip buku Keterampilan Bercerita, Dr. Sri Katoningsih, S.Pd., M.Pd.(2021:63), menulis dapat ditingkatkan melalui beberapa cara. Hal ini karena proses keterampilan menulis memerlukan pengalaman, waktu yang cukup banyak, proses latihan, dan cara berpikir yang tepat untuk menuangkan ide dan gagasan dalam kalimat.
Ketahui Bagaimana Aturan Penulisan Awalan Me- pada Verba
Pemahaman tentang aturan penulisan awalan ini sangat penting karena dapat memengaruhi makna dan struktur kata yang dibentuk. Jadi, bagaimana aturan penulisan awalan me pada verba?
Salah satu aturannya adalah jika imbuhan me- akan meleburkan huruf pertama dari kata yang mengikutinya apabila terdiri lebih dari dua suku kata.
Awalan me- dalam bahasa Indonesia berfungsi untuk membentuk kata kerja aktif. Kata kerja yang diawali dengan me- biasanya menunjukkan tindakan atau proses yang dilakukan oleh subjek.
Misalnya, kata "memasak" berasal dari kata dasar "masak," yang berarti tindakan memasak dilakukan oleh subjek.
Selain itu, awalan me- juga dapat memberikan makna tambahan seperti:
Melakukan Tindakan
Seperti pada kata "menulis" (dari dasar "tulis").
Menjadi atau mengalami perubahan menjadi sesuatu
Contohnya pada kata "menggigil" (dari dasar "gigil").
Melakukan tindakan secara berulang
Seperti pada kata "membaca" yang berarti melakukan kegiatan membaca.
Penulisan awalan me- mengikuti aturan tertentu yang tergantung pada huruf awal dari kata dasar. Berikut adalah aturan-aturan umum yang berlaku:
1. Awalan Me- diikuti oleh konsonan tertentu
Jika kata dasar dimulai dengan huruf l, m, n, r, w, y, ng, maka awalan yang digunakan adalah me-. Contoh: menulis (dari "tulis"), melompat (dari "lompat").
2. Awalan Men- untuk kata dasar yang diawali dengan d, j, c, t, z
Contoh: menjaga (dari "jaga"), mencari (dari "cari").
Khusus untuk huruf t, huruf ini akan luluh menjadi n saat mendapat awalan men-. Contoh: menyapu (dari "sapu"), menonton (dari "tonton").
3. Awalan Mem- untuk kata dasar yang dimulai dengan huruf b, f, p, v
Contoh: membaca (dari "baca"), memperbaiki (dari "perbaiki").
Huruf p pada kata dasar juga akan luluh menjadi m saat mendapatkan awalan ini. Contoh: memilih (dari "pilih"), membangun (dari "bangun").
4. Awalan Meng- untuk kata dasar yang dimulai dengan huruf a, e, i, o, u, g, h, k
Contoh: menggali (dari "gali"), mengangkat (dari "angkat").
Huruf k pada kata dasar biasanya akan luluh. Contoh: menghapus (dari "hapus"), mengambil (dari "ambil").
5. Awalan Meny- untuk kata dasar yang diawali dengan huruf s
Huruf s pada kata dasar biasanya luluh dan digantikan oleh ny. Contoh: menyapu (dari "sapu"), menyisir (dari "sisir").
Dengan memahami bagaimana aturan penulisan awalan me pada verba, yang tepat dengan makna kata dapat dipahami dengan benar, maka siapa pun dapat membentuk dan menggunakan verba secara lebih efektif dalam komunikasi sehari-hari.(VAN)
Baca juga: Mengenal Kaidah Kebahasaan Artikel dan Contohnya
