Konten dari Pengguna

Bagaimana Cara Mengevaluasi Isi dalam Teks Anekdot? Ini Penjelasannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bagaimana cara mengevaluasi isi dalam teks anekdot, foto:pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bagaimana cara mengevaluasi isi dalam teks anekdot, foto:pexels

Teks anekdot adalah cerita singkat yang bersifat humor sekaligus sindiran yang berhubungan dengan politik ataupun layanan publik. Setelah menuliskan teks anekdot perlu dilakukan evaluasi terlebih dahulu. Lantas bagaimana cara mengevaluasi isi dalam teks anekdot?

Tujuan dilakukan evaluasi dalam penulisan teks anekdot yaitu agar isi teksnya tidak terlihat menyudutkan pihak-pihak tertentu. Meskipun bersifat kritikan harus disampaikan secara sopan dan dikemas dengan gaya humoris.

Mengetahui Bagaimana Cara Mengevaluasi Isi dalam Teks Anekdot

Ilustrasi bagaimana cara mengevaluasi isi dalam teks anekdot, foto:pexels

Dikutip dari buku Cara Cepat Menguasai Bahasa Indonesia SMA/MA Kelas X, XI, XII, Rianto (2019:21), teks anekdot merupakan teks yang berisi mengenai cerita singkat, menarik, lucu, mengesankan, dan biasanya mengandung kritikan ataupun sindiran.

Pada umumnya isi dari teks ini menceritakan orang penting ataupun terkenal berdasarkan kejadian yang pernah terjadi. Dalam menuliskan teks anekdot perlu dilakukan evaluasi agar mengetahui makna yang terkandung dalam teks dan mengetahui apakah teksnya sudah ditulis berdasarkan kaidah penulisan yang benar.

Lalu bagaimana cara mengevaluasi isi dalam teks anekdot? Cara yang dapat digunakan yaitu pertama harus memahami isi dari teks anekdot terlebih dahulu dengan membaca isi teks secara seksama.

Setelah membaca secara seksama langkah selanjutnya yang dapat dilakukan yaitu melakukan evaluasi terhadap isi teks anekdot dengan memperhatikan beberapa aspek berikut ini.

  1. Makna tersurat dalam teks anekdot biasanya ditulis langsung oleh penulis di dalam teks, sehingga akan lebih mudah mengetahui makna pesan yang ingin disampaikan penulis.

  2. Makna tersirat dalam teks anekdot biasanya dikemas dengan lucu dibalik tokoh atau alur dalam cerita anekdot.

  3. Unsur kebahasaan dalam teks anekdot menggunakan beberapa kaidah di antaranya, yaitu memakai kata kerja lampau, memakai kata penghubung, ditulis secara kronologis, memakai kata verba, memakai kalimat perintah, dan memakai pertanyaan retorik.

  4. Isi teks dalam teks anekdot harus dituliskan secara runtut.

  5. Struktur teks anekdot terdiri dari abstark (gambaran umum), orientasi (awal cerita tentang latar belakang), krisis (pokok utama masalah), tokoh faktual, reaksi (pelengkap untuk menyelesaikan masalah), dan terakhir koda (bagian akhir cerita).

Selain melakukan evaluasi dengan cara di atas dapat menuliskan beberapa pertanyaan yang kreatif dan retorik berdasarkan isi teks tersebut. Berikut contoh pertanyaan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi isi teks anekdot.

  1. Siapa yang disindir?

  2. Siapa tokoh atau partisipan yang dijelaskan dalam teks?

  3. Apakah rangkaian peristiwa dalam teks anekdot sudah ditulis secara runtut?

  4. Apakah teks anekdot sudah terkandung unsur humor, konyol, dan sindiran?

  5. Bagaimana kelengkapan bagian struktur teks orientasi, abstrak, reaksi krisis, dan koda (penutup teks)?

  6. Bagaimana akurasi penggunaan bahasa di dalam teks anekdot?

  7. Apakah teks anekdot yang dituliskan dapat memberikan pencerahan untuk pembaca?

Dari penjelasan di atas dapat diketahui bagaimana cara mengevaluasi isi dalam teks anekdot yang dapat digunakan oleh pembaca untuk melakukan evaluasi secara benar. Semoga bermanfaat. (PAM)

Baca juga: 15 Contoh Kata Kerja Aksi dalam Teks Anekdot