Konten dari Pengguna

Bagaimana Globalisasi Memicu Sentimen Anti-Nasionalisme di Kalangan Anak Muda?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bagaimana globalisasi dapat memicu munculnya sentimen anti-nasionalisme di kalangan generasi muda?. Sumber: Pexels/geralt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bagaimana globalisasi dapat memicu munculnya sentimen anti-nasionalisme di kalangan generasi muda?. Sumber: Pexels/geralt

Globalisasi membawa banyak dampak bagi masyarakat Indonesia salah satunya sentimen anti-nasionalisme yang saat ini marak terjadi pada anak muda. Bagaimana globalisasi dapat memicu munculnya sentimen anti-nasionalisme di kalangan generasi muda?

Dengan arus informasi dan budaya yang semakin leluasa, globalisasi sangat berpengaruh terhadap identitas dan nilai nasional. Jika tidak ada upaya kuat memfilternya, adanya risiko hilangnya rasa cinta tanah air dan lunturnya nilai nasionalisme di diri masyarakat Indonesia.

Bagaimana Globalisasi dapat Memicu Munculnya Sentimen Anti-Nasionalisme Di Kalangan Generasi Muda? Ini 5 Caranya

Ilustrasi bagaimana globalisasi dapat memicu munculnya sentimen anti-nasionalisme di kalangan generasi muda?. Sumber: Pixabay/winkimedia

Dikutip dalam buku Underwater Surveillance Pertahanan Laut Indonesia oleh Seftiandra Bermana, dkk (2025:20) anti nasionalisme merupakan salah satu bentuk ancaman ideologi asing yang bertujuan untuk melemahkan rasa cinta tanah air, solidaritas kebangsaan, dan loyalitas terhadap negara.

Anti-nasionalisme merupakan wujud sikap menentang keunggulan nasional dan lebih menekankan pada persatuan dan kerja sama global. Sedangkan sentimen anti-nasionalisme diartikan sebagai sikap yang menentang atau tidak menyetujui paham nasionalisme.

Sentimen anti-nasionalisme bisa mencakup berbagai bentuk, seperti benci terhadap negara sendiri, kritik keras kepada pemerintah, atau penolakan terhadap simbol-simbol kebangsaan. Hal itu bisa memicu perpecahan sosial dan melemahkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Bagaimana globalisasi dapat memicu munculnya sentimen anti-nasionalisme di kalangan generasi muda? Simak jawabannya berikut ini.

1. Kemudahan dalam Mengakses Budaya Asing

Saat ini, generasi muda lebih mudah terpapar budaya dan nilai-nilai dari berbagai negara. Hal tersebut dikarenakan adanya kemajuan teknologi yang memudahkan anak muda mengakses media sosial.

Ini berdampak pada perubahan pola pikir, perilaku, dan nilai-nilai moral. Generasi muda lebih cenderung mementingkan budaya luar dan mengabaikan budaya lokal.

2. Krisis Identitas

Identitas nasional adalah jati diri atau ciri khas yang dimiliki suatu bangsa yang membedakannya dengan bangsa lain. Ini mencakup berbagai aspek, termasuk budaya, sejarah, bahasa, dan nilai-nilai yang dianut oleh bangsa tersebut.

Arus informasi dan budaya global bisa membuat generasi muda sulit mempertahankan identitas nasional. Sehingga generasi muda merasa tidak memiliki kaitan yang kuat dengan bangsa dan negara.

3. Individualisme

Globalisasi mendorong generasi muda untuk hidup seperti orang barat yang lebih cenderung individualisme dan konsumerisme. Sehingga generasi muda lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada kepentingan nasional.

Sikap individualisme dapat mengurangi rasa solidaritas dan rasa memiliki terhadap negara. Sedangkan sikap konsumerisme mengakibatkan generasi muda kurang memperhatikan nilai-nilai sosial dan nasional karena lebih mementingkan kepuasan pribadi.

4. Pergeseran Nilai-nilai

Globalisasi dapat memicu perubahan presepsi dan priotitas generasi muda. Nilai-nilai kebangsaan yang telah menjadi dasar identitas nasional mulai tergantikan oleh nilai-nilai lain yang dianggap lebih relevan atau menarik.

5. Ketergantungan pada Budaya Luar

Ketergantungan budaya terjadi ketika suatu masyarakat atau negara lebih mementingkan budaya asing dibandingkan dengan budaya bangsanya sendiri. Contohnya seperti gaya hidup, pakaian, makanan, hingga hiburan.

Generasi muda saat ini cenderung menganggap budaya luar lebih superior. Anggapan tersebut membuat dirinya kurang menghargai budaya lokal dan identitas nasional.

Dengan mengetahui bagaimana globalisasi dapat memicu munculnya sentimen anti-nasionalisme di kalangan generasi muda? di atas, pembaca bisa lebih berhati-hati lagi terhadap dampak yang ditimbulkan dari globalisasi. Semoga bermanfaat. (MRZ)

Baca juga: Bagaimana Peran Kearifan Lokal Bangsa Indonesia di Tengah Pengaruh Globalisasi?