Konten dari Pengguna

Bagaimana Kecepatan Nafas Saat Bersepeda? Ini Jawaban dan Tip Pengaturannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bagaimana kecepatan nafas saat bersepeda. Sumber: pexels.com/dorothycastillo.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bagaimana kecepatan nafas saat bersepeda. Sumber: pexels.com/dorothycastillo.

Bagaimana kecepatan nafas saat bersepeda? Gowes bukan hanya alat transportasi ramah lingkungan yang sangat disarankan tapi juga olahraga yang baik untuk kebugaran tubuh.

Namun pencinta sepeda harus memperhatikan kondisi kesehatannya sebelum gowes terutama pernafasannya. Pengguna sepeda perlu mengetahui apa saja yang diperlukan agar bersepeda benar-benar membuat badan sehat, bukan sebaliknya.

Bagaimana Kecepatan Nafas Saat Bersepeda?

Ilustrasi bagaimana kecepatan nafas saat bersepeda? Sumber: pexel.com/PavilDanilyuk.

Bagaimana kecepatan nafas saat bersepeda? Yang pernah bersepeda pasti bisa merasakan bahwa pernafasan saat bersepeda lebih cepat daripada ketika tidak bersepeda. Ketika beraktitivas, aliran darah akan dipompa lebih cepat.

Dikutip dari Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas VIII Edisi Revisi, Roji dan Eva Yulianti (2017:196), bersepeda merupakan aktivitas yang baik untuk kesehatan paru-paru dan jantung. Kedua organ tubuh ini saling berkaitan.

Paru-paru dan jantung dinyatakan bugar jika mampu menyuplai oksigen untuk kerja otot dalam waktu lama (VO²max). Agar nafas tidak mudah ngos-ngosan maka harus banyak melakukan gerakan yang melibatkan otot besar dan kontinu-ritmis seperti bersepeda.

Namun demikian, bersepeda akan berakibat fatal jika tidak waspada meski sudah berpengalaman sekali pun. Berikut ini adalah tip pengaturan tidak mengalami masalah pernafasan.

1. Pastikan Tubuh dalam Kondisi Sehat

Jika kurang enak badan, meriang atau sedikit pusing, sebaiknya jangan bersepeda dulu. Istirahat saja atau minta diantar.

2. Jangan Bersepeda dengan Perut Kosong

Mengayuh sepeda akan membakar lemak dalam tubuh dan memompa aliran dasar. Jika perut kosong maka tidak ada energi yang bisa dibakar sehingga pengendara bisa pingsan.

3. Lakukan Pemanasan

Pemanasan penting untuk melebarkan rongga pernafasan dan melemaskan otot-otot agar tidak terkilir. Jika terburu-buru, minimal gerakkan tangan, kaki, leher sebentar, serta ambil nafas panjang.

4. Tingkatkan Kecepatan dengan Bertahap

Jika langsung ngebut maka otot-otot akan terkejut. Akibatnya kecepatan nafas akan meningkat secara tak wajar sehingga membahayakan jantung.

5. Ketahui dan Akui Batas Kemampuan Diri Sendiri

Ketika bersepeda, sebaiknya tanggalkan dulu sifat tidak mau kalah dan gengsi. Lebih baik mengakui batas kemampuan diri daripada ngotot karena akan berakibat fatal.

Bagaimana kecepatan nafas saat bersepeda? Kecepatan nafas saat bersepeda akan meningkat seiring dengan kecepatan kayuhannya sehingga harus dikelola dengan baik. (lus)

Baca juga: 4 Prinsip Penanganan Pertama pada Cedera Olahraga