Bagaimana Kita Memposisikan Murid dalam Proses Belajar? Ini Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertanyaan bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar? menjadi salah satu hal penting yang perlu dipahami oleh setiap pendidik. Cara tenaga pendidik memandang peran murid akan memengaruhi efektivitas pembelajaran secara keseluruhan.
Terlebih di era pendidikan abad ke-21 yang menekankan pada keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas, peran murid dalam pembelajaran harus diperluas. Hal ini supaya murid siap menghadapi tantangan masa depan.
Mengetahuai Informasi Bagaimana Kita Memposisikan Murid dalam Proses Belajar?
Perkembangan zaman membawa berbagai perubahan dalam berbagai aspek kehidupan. Termasuk dalam dunia pendidikan, khususnya pada proses belajar mengajar. Perkembangan yang cepat, menuntut tenaga pendidik untuk menggunakan pendekatan pembelajaran yang relevan.
Dikutip dalam buku Reformasi Akhlak: Sebuah Risalah untuk Semesta oleh Miftahul Huda (2021:216) pendidikan mempunyai komponen yang terpadu dan saling terkait. Pendidik (guru) dan peserta didik (murid) merupakan komponen yang sangat penting dalam pendidikan.
Lantas bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar? Cara guru memposisikan murid dalam proses belajar menjadi kunci utama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan murid secara maksimal.
Pendekatan konvensional yang menjadikan guru sebagai pusat informasi perlahan tergeser dengan pembelajaran yang berpusat pada murid. Dalam proses belajar, murid tidak lagi pasif. Murid menjadi pelaku utama dalam setiap perjalanan belajar yang terjadi di kelas.
Dengan begitu, peran guru bergeser dari seorang pengajar yang mentransfer ilmu menjadi seorang fasilitator yang membimbing, mendampingi, serta memfasilitasi proses belajar murid. Pembelajaran seperti ini tentu lebih memberikan makna bagi murid.
Saat murid menjadi pusat pembelajaran, murid tidak hanya belajar untuk menghafal, tetapi juga untuk aktif, eksploratif, dan bertanggung jawab dalam belajar. Konsep ini mengubah paradigma tradisional tentang bagaimana seharusnya proses belajar berlangsung.
Tentunya perubahan konsep ini memiliki landasan teoritis yang kuat, bersumber pada teori-teori belajar. Contohnya seperti konstruktivisme, kognitivisme, dan humanisme yang merupakan hasil pemikiran dan pengembangan dari berbagai tokoh terkemuka dunia.
Dari penjelasan di atas dapat diketahui, bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar? Menempatkan murid sebagai pusat belajar. Artinya murid sebagai pemain utama, subjek, bahkan motor utama pada proses belajar. (MRZ)
Baca juga: Bagaimana Pembelajaran Mendalam Dapat Mengubah Pola Pikir Guru?
