Konten dari Pengguna

Bagaimana Menerapkan Experiential Learning dalam Pembelajaran dengan Guru Lain?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bagaimana menerapkan experiential learning dalam pembelajaran bersama dengan guru lain?. Sumber: Pexels/Thirdman
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bagaimana menerapkan experiential learning dalam pembelajaran bersama dengan guru lain?. Sumber: Pexels/Thirdman

Kolaborasi antar guru bisa diterapkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran salah satunya penerapan experiential learning. Lantas, bagaimana menerapkan experiential learning dalam pembelajaran bersama dengan guru lain?

Pembelajaran bersama dengan guru lain memungkinkan guru-guru saling bekerja sama dan berbagi pengetahuan. Dengan begitu, kualitas pembelajaran bisa meningkat dan bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif.

Bagaimana Menerapkan Experiential Learning dalam Pembelajaran bersama dengan Guru Lain? Ini Langkah-langkahnya

Ilustrasi bagaimana menerapkan experiential learning dalam pembelajaran bersama dengan guru lain?. Sumber: Pexels/RDNE Stock project

Dikutip dalam buku Perkembangan Teknologi dan Transformasi Digital dalam Dunia Pendidikan, Dr. Marah Doly Nasution., M.Si, dkk (2024:85), experiential learning merupakan sebuah model pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan pemikiran bahwa cara terbaik dalam belajar berawal dari pengalaman.

Melalui model pembelajaran experiental learning siswa bisa belajar dari pengalaman nyata yang mencakup proses berpikir dan berbuat. Model pembelajaran tersebut bisa diterapkan dengan berkolaborasi dengan guru.

Bagaimana menerapkan experiential learning dalam pembelajaran bersama dengan guru lain? Terdapat tiga langkah yang bisa digunakan untuk menerapkan experiential learning, berikut penjelasannya.

1. Perencanaan

Perencanaan menjadi langkap pertama sebagai bentuk persiapan yang harus dilakukan dalam menerapkan experiential learning. Langkah ini memiliki tiga tahapan, yaitu:

  1. Guru-guru merancang pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan nyata dan target pembelajaran lintas mata pelajaran.

  2. Mendiskusikan tujuan, indikator keberhasilan, serta peran masing-masing guru dalam proses pembelajaran.

  3. Menyiapkan aktivitas bersifat terbuka yang bisa menstimulasi rasa ingin tahu serta kreativitas siswa.

2. Pelaksanaan

Pelaksanaan merupakan aksi kolaboratif nyata antar guru yang menjadi kegiatan inti (eksplorasi dan elaborasi) dari penerapan experiential learning. Adapun tahapannya, yaitu:

  1. Siswa bekerja dalam kelompok lintas kelas atau lintas mata pelajaran. Misalnya, melalui proyek, simulasi, praktik laboratorium, market day, atau kegiatan lapangan.

  2. Guru berperan sebagai fasilitator, memberikan instruksi jelas, membimbing eksplorasi, dan mendorong siswa untuk mengambil keputusan serta menerima konsekuensi dari pengalaman siswa.

  3. Guru-guru secara aktif mengamati, memberikan umpan balik, serta mendukung proses refleksi dan diskusi antar siswa.

3. Evaluasi

Evaluasi menjadi kegiatan penutup dalam penerapan experiential learning. Para guru akan mengukur dan menilai seberapa besar keefektifan penerapan yang telah dilakukannya bersama.

Kemudian hasil evaluasi digunakan sebagai dasar untuk merefleksikan proses pembelajaran dan mencari cara untuk meningkatkan kualitasnya. Adapun tahapan dari evaluasi, yaitu:

  1. Siswa dan guru bersama-sama merefleksikan pengalaman yang telah dijalaninya. Kemudian mengaitkan dengan teori atau konsep dari berbagai mata pelajaran.

  2. Membuat diskusi kelas sebagai ruang untuk berbagi pengalaman, menilai keberhasilan, dan mengidentifikasi pembelajaran yang dapat diterapkan di konteks lain.

  3. Guru menyesuaikan dan memperkaya aktivitas berdasarkan evaluasi dan kebutuhan siswa. Dengan begitu pembelajaran menjadi lebih bermakna dan inklusif.

Bagaimana menerapkan experiential learning dalam pembelajaran bersama dengan guru lain? Jawabannya, yaitu dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dengan adanya kolaborasi antarguru, pembelajaran bisa menjadi lebih efektif, kreatif, dan inovatif. (MRZ)

Baca juga: Bagaimana Guru Memandang Pentingnya CASEL dalam Pembelajaran? Ini Penjelasannya