Bagaimana Proses Penyaluran Energi Listrik Terjadi? Ini Penjelasannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyaluran energi listrik terjadi melalui sistem transmisi yang dikelola PLN hingga dapat menghidupkan semua peralatan elektronika di rumah. Kadang dalam perjalanannya sistem ini mengalami gangguan hingga listrik di rumah padam.
Untuk mengurangi gangguan, petugas secara rutin melakukan perawatan, misalnya memotong pohon yang sudah menyentuh kabel. Sistem transmisi ini memang rumit, namun secara garis besar bisa dipahami.
Penyaluran Energi Listrik Terjadi Melalui Sistem Transmisi
Dikutip dari Energi Terbarukan Edisi Pertama, Hamdi (2016:122), transmisi tenaga listrik adalah proses penyaluran tenaga listrik dari pembangkit tenaga listrik ke saluran distribusi untuk disebarkan ke masing-masing rumah atau pelanggan PLN.
Dari saluran transmisi, listrik tidak langsung disalurkan ke rumah-rumah karena tegangan harus diturunkan lebih dahulu. Untuk lebih jelasnya, penyaluran energi listrik terjadi melalui proses di bawah ini:
Listrik diproduksi oleh pembangkit tenaga listrik, baik PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air), PLTG (gas), PLTU (uap), PLTP (panas bumi), dan PLTGU (gas dan uap).
Aliran listrik ditransmisikan dari pembangkit tenaga listrik ke trafo atau generating station.
Bagian transmission substation berfungsi menaikkan dan menurunkan tegangan sesuai dengan regulasi.
Dalam standarisasi internasional, range tegangan ekstra tinggi adalah 345 kv - 765 kv, sedangkan range tegangan tinggi 115 kv - 230 kv. Di Indonesia, untuk saluran tegangan ekstra tinggi adalah 500 kv, sedangkan untuk saluran tegangan tinggi adalah 150 kv.
Untuk keperluan industri besar, aliran listrik bisa langsung disalurkan dari generating station ke lokasi.
Untuk industri kecil, perkantoran dan perumahan, aliran listrik harus singgah lagi di trafo selanjutnya, yaitu trafo distribusi.
Pada trafo distribusi, energi listrik dipecah 20 kv untuk keperluan usaha dan 220 v untuk keperluan rumah, kepentingan sosial dan kepentingan umum lainnya.
Saluran transmisi terdiri dari 2 macam, yaitu saluran udara dan kabel bawah tanah. Saluran udara lebih murah dan mudah diperbaiki, namun merusak keindahan kota. Demi estetika, beberapa kota mencoba beralih ke kabel bawah tanah.
Baca juga: Mengenal Rangkaian Listrik dan Penerapannya
Demikianlan penjelasan bahwa penyaluran energi listrik terjadi melalui sistem transmisi. Agar aliran listrik sampai ke rumah tanpa gangguan, masyarakat bisa berpartisipasi dengan memotong pohon, bermain layang-layang jauh dari kabel, dan sebagainya. (lus)
