Konten dari Pengguna

Bagaimana Relasi Persatuan Maluku dan Papua pada Masa Sultan Nuku?Ini Jawabannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bagaimana relasi persatuan Maluku dan papua pada masa Sultan Nuku. Sumber: Pixabay/ha11ok
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bagaimana relasi persatuan Maluku dan papua pada masa Sultan Nuku. Sumber: Pixabay/ha11ok

Sultan Nuku merupakan pahlawan dari kesultanan Tidore yang memiliki pengaruh cukup besar di wilayah Maluku dan sekitarnya, termasuk di wilayah pesisir utara Papua yang berdekatan. Bagaimana relasi persatuan Maluku dan Papua pada masa Sultan Nuku?

Di Indonesia banyak sejarah masa lampau yang menarik untuk diketahui. Salah satunya adalah sejarah lokal di Maluku dan Papua mengenai perjuangan Sultan Nuku di wilayah Ternate dan Tidore dari Belanda.

Bagaimana Relasi Persatuan Maluku dan Papua pada Masa Sultan Nuku?

Ilustrasi bagaimana relasi persatuan Maluku dan Papua pada Masa Sultan Nuku?. Sumber: Pixabay/RonPorter

Dikutip dalam buku Biografi Pahlawan Kusuma Bangsa oleh Ria L (2011:59), Sultan Nuku bernama asli Muhammad amiruddin. Sultan Nuku merupakan sultan dari Kesultanan Tidore yang dinobatkan pada tanggal 13 April 1779, dengan gelar Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan.

Sultan Nuku merupakan orang yang berpengaruh dalam hubungan Maluku dengan Papua pada masa itu. Bagaimana relasi persatuan Maluku dan Papua pada masa Sultan Nuku?

Pada saat Sultan Nuku berkuasa di Kesultanan Ternate pada abad ke-17, wilayah Maluku dan Papua masih belum terpisah dan terbagi menjadi beberapa kerajaan dan wilayah kekuasaan. Wilayah tersebut juga memiliki hubungan yang saling memengaruhi satu sama lain.

Sultan Nuku memiliki hubungan cukup dekat dengan beberapa kepala suku Papua, terutama yang tinggal di daerah pesisir utara Papua seperti di Biak dan Manokwari.

Hal-hal yang membangun relasi antara Maluku dan Papua di antaranya yaitu:

  • Sama-sama penghasil rempah-rempah yang disukai bangsa Barat.

  • Memiliki kepercayaan dan keyakinan yang sama.

  • Memiliki pengaruh budaya yang sama.

  • Merasa senasib dan sepenanggungan karena penjajahan Belanda.

  • Sama-sama ingin mengusir Belanda dari tanah Maluku dan Papua.

Kerja Sama Sultan Nuku dengan Raja-Raja di Papua

Ilustrasi kerjasama Sultan Nuku dengan Raja-Raja di Papua. Sumber: Pixabay/StockSnap

Sultan Nuku berhasil menjalin kerja sama dengan raja-raja di Papua. Sultan Nuku menghimpun bala bantuan dari Papua dan raja-raja di Tidore, Maba, Weda, dan Patani untuk menundukkan Belanda.

Sultan Nuku dalam pertempurannya selalu menang melawan Belanda yang mengganggu rakyat Maluku dan Papua. Sultan Nuku bersatu dengan para raja di Papua untuk melawan penjajah dan dengan gigih menghimpun kekuatan dan menyerang Belanda.

Akhirnya, pada tanggal 21 Januari 1781 Belanda menyerah dan Ternate diserahkan oleh Belanda. Sultan Nuku pun memperoleh pengakuan resmi dan diangkat sebagai Sultan Tidore setelah melalui perjuangan panjang dan penuh kegigihan.

Secara keseluruhan, relasi antara Maluku dan Papua pada masa Sultan Nuku berkuasa dapat dikatakan sebagai hubungan yang kompleks. Sultan Nuku memerintah Kerajaan Tidore sampai 14 November 1805.

Baca juga: 5 Contoh Perjuangan Fisik untuk Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Dengan mengetahui bagaimana relasi persatuan Maluku dan Papua pada masa Sultan Nuku melalui ulsan di atas diharapkan pembaca tidak melupakan sejarah yang ada di Indonesia pada zaman dahulu. (MRZ)