Konten dari Pengguna

Bagaimana Wayang dapat Digunakan dalam Proses Islamisasi di Pulau Jawa?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bagaimana wayang dapat digunakan dalam proses islamisasi di pulau Jawa. Sumber: Unsplash/Artur Aldyrkhanov
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bagaimana wayang dapat digunakan dalam proses islamisasi di pulau Jawa. Sumber: Unsplash/Artur Aldyrkhanov

Tidak hanya berfungsi sebagai kesenian tradisional, ternyata kesenian wayang sukses menjadi media islamisasi oleh para tokoh Islam jaman dahulu seperti Wali Sanga. Lalu, bagaimana wayang dapat digunakan dalam proses islamisasi di pulau Jawa?

Tokoh Wali Sanga yang menggunakan wayang sebagai media penyebaran agama Islam, yaitu Sunan Kali Jaga. Dari usahanya tersebut, masyarakat pulau Jawa dapat lebih mudah memahami ajaran Islam dari pertunjukan wayang.

Pengertian Wayang

Ilustrasi pengertian wayang. Sumber: Unsplash/Lighten Up

Dalam buku Asal Usul Orang Jawa: Menelusuri Jejak-Jejak Genealogis dan Historis Orang Jawa, Fery Taufiq El-Jaquene (2019:61-65), wayang adalah seni tradisional yang terutama berkemabng di Jawa. Wayang berasal dari kata “Ma Hyang” yang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa, atau Tuhan Yang Maha Esa.

Wayang dimainkan oleh seorang dalang yang menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang dengan diiringi oleh musik gamelan. Musik ini dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyayikan oleh para pesinden.

Secara umum, wayang mengambil cerita dari naskah Mahabarata dan Ramayana. Namun, tidak dibatasi hanya dengan pakem tersebut. Dalang bisa juga memainkan lakok carangan atau sesuai permintaan dari yang punya kepentingan.

Wayang menjadi salah satu kebudayaan suku Jawa yang dipercaya diciptakan dan disebarluaskan oleh Wali Sanga. Sebagai tokoh ulama yang menyebarkan agama islam di pulau Jawa, Wali Sanga memerlukan media dakwah yang dapat menjangkau seluruh kalangan.

Bagaimana Wayang dapat Digunakan dalam Proses Islamisasi di Pulau Jawa?

Ilustrasi bagaimana wayang dapat digunakan dalam proses islamisasi di pulau Jawa. Sumber: Unsplash/jim pave

Wayang dapat digunakan sebagai alat untuk menyebarkan nilai-nilai Islam dan membentuk kesadaran religius di masyarakat. Bagaimana wayang dapat digunakan dalam proses islamisasi di pulau Jawa?

Dalam buku Sejarah Islam Nusantara, Ustad Rizem Aizid (2016:36-37), pada waktu itu, masyarakat sangat menyukai berbagai tunjukan seni dan budaya. Salah satu contoh kesenian yang digemari masyarakat Jawa adalah wayang.

Dengan melihat kondisi seperti itu, maka wayangpun digunakan oleh salah satu Wali Sanga, yaitu Sunan Kalijaga untuk memperkenalkan dan mengislamkan masyarakat Jawa. Sunan Kalijaga sangat mahir memainkan wayang.

Sunan Kalijaga menyampaikan nilai-nilai agama Islam kepada masyarakat dengan cara memasukkan unsur-unsur Islam dalam cerita dan pertunjukkan wayang contohnya, yaitu

  • Senjata Puntadewa yang bernaa Jimat Kalimasada dihubungkan dengan dua kalimat syahadat yang berisi pengakuan terhadap Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw.

  • Istilah Pandawa Lima sering diartikan sebagai Rukun Islam yang lima.

  • Dalam cerita Ramayana, tokoh-tokoh, seperti Rama dan Sinta, dapat dijadikan sebagai contoh teladan bagi umat Muslim dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

  • Dalam pertunjukan wayang kulit, terdapat ritual-ritual yang dihubungkan dengan nilai-nilai Islam.

Masyarakat yang menyaksikan pertunjukan Sunan Kalijaga akhirnya mengenal agama Islam, dan tertarik ingin menjadikan Islam sebagai agama masyarakat setempat.

Baca juga: Mengenal Sejarah Proses Islamisasi di Pulau Jawa

Bagaimana wayang dapat digunakan dalam proses islamisasi di pulau Jawa? Hal ini terjadi tidak lepas karena adanya peran Wali Sanga, yaitu Sunan Kalijaga yang telah memasukkan nilai-nilai Islam dalam pertunjukan wayang sebagai media dakwah saat itu. (MRZ)