Mengenal Sejarah Proses Islamisasi di Pulau Jawa

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses Islamisasi di Pulau Jawa menjadi sejarah perkembangan Islam yang penting untuk diketahui dalam menambah wawasan sejarah dan bahkan meningkatkan keimanan seseorang.
Para penyebar agama Islam di Jawa mayoritas adalah para pedagang. Perkembangan Islam di pulau tersebut mengalami kemajuan yang signifikan, karena adanya peran dari Wali Songo.
Sejarah Proses Islamisasi di Pulau Jawa
Dikutip dari buku Islamisasi Pembangunan, Muhammad Syukri Salleh dkk (2014: 42), Islamisasi adalah salah satu proses mengIslamkan sesuatu dengan memasukkan nilai-nilai suci yang terdapat dalam ajaran Islam.
Proses tersebut bermaksud menerapkan nilai-nilai Islam pada suatu perkara, dengan cara meletakkan suatu perkara tersebut dalam rangka konsep Islam. Proses Islamisasi di Pulau Jawa berarti menerapkan nilai-nilai Islam kepada warga penduduk di Pulau Jawa.
Salah satu caranya yaitu dengan berdakwah. Beberapa mubaligh sengaja datang ke Pulau Jawa bersama para pedagang Islam. Selain berdagang, para pedagang tersebut berdakwah dengan membawa misi agama.
Penyebaran Islam melalui dakwah di Pulau Jawa berjalan dengan cara para ulama yang mendatangi masyarakat. Proses Islamisasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosial budaya yang memakai bentuk akulturasi.
Akulturasi adalah pendekatan yang menggunakan jenis budaya setempat yang dialiri dengan ajaran Islam di dalamnya. Selain itu, para ulama ini mendirikan pesantren-pesantren sebagai sarana pendidikan Islam.
Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa tidak terlepas dari peran 9 wali (Wali songo). Wali adalah orang yang sudah mencapai tingkatan tertentu dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kesembilan wali ini adalah sebagai berikut:
Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Sunan ini diyakini sebagai wali pertama yang datang ke ke Pulau Jawa pada abad ke-15 dan menyiarkan Islam di sekitar Gresik.
Sunan Ampel (Raden Rahmat). Sunan tersebut menyiarkan Islam di Ampel, Surabaya, Jawa Timur, yang juga merupakan perancang pembangunan Masjid Demak.
Sunan Drajad (Syarifudin) anak dari Sunan Ampel. Sunan Drajad menyiarkan agama di sekitar Lamongan dan merupakan seseorang yang berjiwa sosial.
Sunan Bonang (Makdum Ibrahim) anak dari Sunan Ampel. Sunan tersebut menyiarkan Islam di Tuban, Lasem, dan Rembang.
Sunan Kalijaga (Raden Mas Said/Jaka Said) murid Sunan Bonang. Sunan Kalijaga menyebarkan Islam di Jawa Tengah.
Sunan Giri (Raden Paku). Sunan tersebut menyiarkan Islam di luar Jawa, yaitu Madura, Nusa Tenggara, Bawean, dan Maluku dengan metode bermain.
Sunan Kudus (Jafar Sodiq). Sunan kudus menyiarkan Islam di Kudus, Jawa Tengah.
Sunan Muria (Raden Umar Said). Sunan ini menyiarkan Islam di lereng Gunung Muria, yang terletak di antara Jepara dan Kudus, Jawa Tengah.
Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah), menyiarkan Islam di Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon dan merupakan seorang pemimpin berjiwa besar.
Baca juga: Kerajaan-Kerajaan Islam di Nusa Tenggara dan Sejarah Singkatnya
Itulah sejarah proses Islamisasi di Pulau Jawa lengkap dengan kesembilan wali yang menyiarkan ajaran Islam. Semoga dapat menambah wawasan tentang sejarah Islam. (MAE)
