Bagian-bagian Autoklaf beserta Cara Penggunaannya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Autoklaf merupakan alat sterilisasi yang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi industri maupun medis. Biasanya, dipakai pada penelitian di laboratorium untuk mensterilkan peralatan maupun cairan tertentu, sehingga penting mengetahui bagian-bagian autoklaf.
Bentuk dari autoklaf mirip dengan dandang tertutup, tetapi ukurannya yang besar terdapat beberapa komponen atau bagian. Mulai dari pressure gauge, pemanas, dan katup untuk melepaskan tekanan uap ketika proses sterilisasi.
Mengetahui Bagian-bagian Autoklaf
Dikutip dari buku Bisnis Pembibitan Jamur Tiram, Jamur Merang, dan Jamur Kuping, Muad (2011:33), bagian-bagian autoklaf terdiri atas timer, katup pengeluaran uap, klep pengaman, pengukur tekanan, lempeng sumber panas, sekrup pengaman, dan batas penambah air.
Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Autoklaf adalah alat sterilisasi yang berbentuk tabung seperti dandang masak, tetapi dalam bentuk vacuum. Di mana alat tersebut bekerja memakai uap air panas yang bertekanan udara.
Agar lebih memahami bagain-bagian dari autoklaf, berikut adalah penjelasannya.
1. Body
Body merupakan bagian case autoclave yang biasanya terbuat dari bahan aluminum dengan dilapisi cat anti panas. Di dalam autoklaf juga terdapat wadah yang digunakan sebagai tempat sterilisasi. Bagian dalam tersebut biasanya terbuat dari bahan stainless.
2. Power Button
Tombol power atau swtich on-off berfungsi untuk mengidupkan atau mematikan alat autoklaf. Tombol tersebut biasanya terletak pada bagian samping atau belakang, dan terdapat juga pada bagian depan autoklaf. Disesuaikan dengan tipe jenisnya.
3. Tombol Timer
Pada beberapa jenis autoclave terdapat tombol untuk mengatur waktu. Tombol tersebut berfungsi untuk menghidupkan pengatur waktu sterilisasi yang dibutuhkan.
4. Pengatur Suhu
Bagian pengatur suhu mempunyai fungsi untuk melakukan pengaturan temperature ketika proses sterilisasi.
5. Sensor Suhu
Sensor suhu pada autoklaf berfungsi untuk mengatasi kendala berupa overheating. Karena ketika terjadi overheating, maka autoklafnya dapat mati dengan otomatis. Serta berfungsi untuk menjaga kestabilan suhu sterilisasi.
6. Penutup
Penutup menjadi bagian penting karena berfungsi dalam menghindar kebocoran uap panas pada autoklaf dan juga tekanan uapnya agar tidak keluar. Sehingga proses sterilisasinya dapat berjalan dengan stabil
7. Pressure Gauge
Pressure gauge terdapat pada penutup autoklaf yang mempunyai fungsi untuk menujukkan besaran tekanan di dalam ruang sterilisasi.
8. Katup
Katup juga terletak pada bagian penutup autoklaf yang mempunyai fungsi untuk melepaskan tekanan uap dan mengatur tekanan uap pada saat terjadi tekanan yang berlebihan.
9. Safety Clamp
Safety clamp biasa disebut juga dengan tuas pengaman ataupun baut pengencang autoclave. Bagian tersebut memiliki fungsi sebagai pengaman yang kuat, agar uap sterilisasi tidak bocor. Jumlah dari skrup tersebut cukup banyak, yang letaknya mengelilingi seluruh bagian atas autoklaf.
10. Power Cord
Power cord merupakan bagian yang fungsinya menghubungkan kabel power dari alat ke sumber listrik. Tanpa adanya bagian tersebut, maka autoklaf tidak dapat dioperasikan atau digunakan.
11. Kran
Kran terletak pada bagain bawah alat autoklaf yang mempunyai fungsi untuk mengeluarkan sisa air ketika proses sterilisasi berlangsung. Agar uapnya dapat disesuaikan dengan keperluan pengguna.
12. Heating Element
Heating element dijadikan sebagai sumber panas, di mana bagian tersebut berfungsi untuk memanaskan air sampai mencapai titik didih. Sehingga dapat muncul uap panas yang akan mengalir pada permukaan alat ataupun bahan yang sedang di sterilisasi.
Cara Penggunaan Autoklaf
Terdapat beberapa langkah cara yang harus diperhatikan ketika akan menggunakan autoklaf agar berhasil proses sterilisasinya. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut.
Menyiapkan bahan yang akan disterilisasi dengan memastikan bahannya sudah bersih dan kering, sebelum masuk ke autoklaf. Bahan tersebut harus dibungkus dengan benar.
Menyiapkan autoklaf dengan diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan semua bagian pada autoklaf pada konsisi baik dan aman untuk dipakai.
Selanjutnya, memasukkan bahan ke autoklaf. Pastikan jumlahnya tidak terlalu banyak dan menyisakan ruang di antara bahannya. Hal tersebut agar uapnya dapat menembus dan proses sterilisasinya maksimal.
Mengatur suhu dan tekanan yang disesuaikan dengan jenis bahan yang disterilkan dan juga mengatur waktunya.
Setelah mengatur suhu dan tekanannya, kemudian proses sterilisasi akan dimulai. Menunggu sampai prosesnya selesai dan tidak boleh untuk membuka penutup autoklaf sebelum prosesnya selesai.
Setelah proses sterilisasinya selesai, kemudian membuka klep pada katup pelepas udara, agar uapnya keluar. Ketika jarum pada pengukur tekanan menunjuk ke angka nol, maka sudah diperbolehkan untuk membuka penutup autoklaf.
Apabila bendanya berbentuk cairan atau kaca, mengeluarkan uapnya harus bertahap. Karena jika tidak demikian, maka cairannya akan mengalir keluar atau dapat menimbulkan ledakan.
Baca Juga: Mengenal Berbagai Fungsi dari Bagian-bagian Mikroskop
Mengetahui bagian-bagian autoklaf beserta cara penggunaannya sangatlah penting, bagi seorang laboran yang sering menggunakan alat tersebut untuk kepentingan penelitian tertentu. Semoga penjelasan tersebut dapat menjadi referensi belajr. (PAM)
