Konten dari Pengguna

Capaian Pembelajaran IPA Fase D pada Jenjang SMP dan MTs

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi capaian pembelajaran IPA fase D. Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi capaian pembelajaran IPA fase D. Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk

Dalam setiap mata pelajaran, pasti terdapat capaian pembelajaran yang harus dipenuhi oleh siswa maupun guru. Informasi mengenai capaian pembelajaran IPA fase D pada jenjang SMP/MTs menjadi hal penting untuk diketahui.

Secara umum, capaian pembelajaran disusun mengacu pada standar kompetensi kelulusan atau SKL serta standar isi seperti kompetensi inti dan kompetensi dasar dalam Kurikulum Merdeka. Biasanya, penyusunan dilakukan dengan fase-fase.

Capaian Pembelajaran IPA Fase D

Ilustrasi capaian pembelajaran IPA fase D. Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk

Ilmu Pengetahuan Alam atau yang lebih dikenal dengan sebutan IPA merupakan ilmu pengetahuan tentang gejala alam yang dituangkan berupa fakta, konsep, prinsip, dan hukum yang teruji kebenarannya dan melalui suatu rangkaian kegiatan dalam metode ilmiah.

Pendidikan IPA sendiri berfokus pada kompetensi penerapan kaidah penelitian ilmiah dalam proses belajar. Dengan demikian, diharapkan setelah menguasai IPA peserta didik memiliki landasan berpikir dan bertindak yang kokoh berdasar kan pemahaman kaidah penelitian ilmiah.

Adapun capaian pembelajaran IPA fase D bisa untuk menguatkan fokus pembelajaran terhadap perkembangan kompetensi yang dikutip dari laman guru.kemdikbud.go.id/.

1. Pemahaman IPA

Pada fase ini, peserta didik diharapkan mampu mengimplementasikan pemahaman terhadap konsep-konsep yang telah dipelajari dalam IPA.

  • Peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati, mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan fisik dan kimia, serta memisahkan campuran sederhana.

  • Peserta didik dapat mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup, mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tertentu (sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem pernafasan dan sistem reproduksi).

  • Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

  • Peserta didik mengidentifikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari.

  • Peserta mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), memahami hubungan konsep usaha dan energi, mengukur besaran suhu yang diakibatkan oleh energi kalor yang diberikan, sekaligus dapat membedakan isolator dan konduktor kalor.

  • Peserta didik memahami gerak, gaya dan tekanan, termasuk pesawat sederhana.

  • Peserta didik memahami getaran dan gelombang, pemantulan, dan pembiasan cahaya termasuk alat-alat optik sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Peserta didik dapat membuat rangkaian listrik sederhana, memahami gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan atau masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari- hari.

  • Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.

  • Peserta didik mengenal pH sebagai ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya untuk mengelompokkan materi (asam-basa berdasarkan pH nya). Dengan pemahaman ini, peserta didik mengenali sifat fisika dan kimia tanah serta hubungannya dengan organisme serta pelestarian lingkungan.

  • Peserta didik memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan.

2. Keterampilan Proses

Berikut ini keterampilan proses yang bisa didapat siswa dari capaian pembelajaran IPA fase D.

  1. Mengamati

    Menggunakan berbagai alat bantu dalam melakukan pengukuran dan pengamatan. Memperhatikan detail yang relevan dari objek yang diamati.

  2. Mempertanyakan dan memprediksi secara mandiri

    Peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

  3. Merencanakan dan melakukan penyelidikan

    Peserta didik merencanakan dan melakukan langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan. Dalam penyelidikan, peserta didik menggunakan berbagai jenis variabel untuk membuktikan prediksi.

  4. Memproses, menganalisis data dan informasi

    Menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, dan model serta menjelaskan hasil pengamatan dan pola atau hubungan pada data secara digital atau non digital.

    Mengumpulkan data dari penyelidikan yang dilakukannya, menggunakan data sekunder, serta menggunakan pemahaman sains untuk mengidentifikasi hubungan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah.

  5. Mengevaluasi dan refleksi

    Mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang ada. Menunjukkan kelebihan dan kekurangan proses penyelidikan dan efeknya pada data. Menunjukkan permasalahan pada metodologi.

  6. Mengomunikasikan hasil

    Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh yang ditunjang dengan argumen, bahasa serta konvensi sains yang sesuai konteks penyelidikan. Menunjukkan pola berpikir sistematis sesuai format yang ditentukan.

Informasi mengenai capaian pembelajaran IPA fase D harus dipahami oleh guru. Memahami hal ini dapat membantu guru untuk menguatkan fokus pembelajaran terhadap pengembangan kompetensi. (NTA)

Baca juga: Capaian Pembelajaran Bahasa Inggris Fase D Kurikulum Merdeka