Cara Budidaya Jahe Merah Di Polybag yang Mudah Dilakukan

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara budidaya jahe merah di polybag pada dasarnya cukup mudah apabila memperhatikan hal-hal penting di dalamnya. Mulai dari persiapan hingga perawatan tidak terlalu sulit untuk dilakukan.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Cara Budidaya Jahe Merah di Polybag
Berikut beberapa cara tanam jahe merah di rumah khususnya di polybag yang dapat diperhatikan.
Persiapan dan Pemilihan Bibit: Cara budidaya jahe merah di polybag yang pertama adalah memilih rimpang yang sehat. Lalu, potong per bagian 3–5 mata tunas, semai 2–4 minggu hingga berkecambah.
Pemilihan Media & Polybag: Gunakan polybag ukuran 40–60 cm, isi campuran tanah dan kompos serta pasir rasio 1:1:1.
Penanaman: Persiapkan lubang 5–7 cm, tanam tunas menghadap ke atas. Letakkan dalam tempat teduh selama 2 bulan pertama.
Perawatan: Siram 1–2X per minggu, berikan pupuk organik tiap 2–4 minggu. Bersihkan gulma, tambahkan mulsa & media tambal tiap 25 hari.
Bagaimana Cara Memilih Bibit Jahe Merah yang Baik?
Mengutip buku Mengenal 10 Tanaman Obat Keluarga, maslan Harahap (2022:15), disebut jahe merah karena rimpangnya berwarna jingga muda hingga merah. Hal pertama dalam cara budidaya jahe merah di polybag adalah memilih bibit jahe merah. Berikut beberapa cara pemilihan agar hasil panennya sesuai dengan yang diharapkan.
Pilih rimpang yang sehat, segar, dan utuh. Pastikan rimpang tidak keriput, bebas jamur, busuk, atau bekas luka.
Pilih rimpang berukuran sedikit besar dan berisi, karena cadangan nutrisinya cukup. Ukuran yang optimal adalah seberat 25–80 g dengan 3–5 mata tunas.
Pilih tunas berukuran sedang atau kecil, tunas yang besar biasanya memiliki hasil kurang optimal
Ambil bibit langsung dari tanaman induk di kebun, idealnya berumur 10–12 bulan, hindari untuk mengambil dari pasar.
Pupuk Apa yang Bagus Untuk Tanaman Jahe Merah?
Dalam cara budidaya jahe merah di polybag salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah memilih pupuk. Jahe membutuhkan nutrisi utama seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) untuk tumbuh optimal. Oleh karenanya, ada beberapa pupuk yang dapat membantu pertumbuhan jahe merah, yaitu:
Pupuk Organik: Terbuat dari kotoran ternak atau kompos, pupuk ini memperbaiki struktur tanah, menjaga kelembapan, dan mendukung pertumbuhan rimpang jahe agar lebih sehat dan berkualitas.
Pupuk Anorganik: NPK membantu pertumbuhan daun, akar, dan daya tahan tanaman. SP-36 memperkuat akar, meningkatkan kualitas rimpang, aroma, dan kandungan nutrisi.
Bagaimana Cara Panen Jahe Merah Dari Polybag?
Panen adalah langkah terakhir dari cara budidaya jahe merah di polybag. Seperti diketahui, jahe merah adalah salah satu jenis tanaman obat yang banyak diminati. Tak heran jika waktu panennya banyak ditunggu. Ada beberapa cara panen jahe merah dari polybag yang harus diketahui, yaitu:
Cek Usia: Usia ideal panen adalah 8–10 bulan. Amati perubahan warna daun dan batang kering.
Lembutkan Media Tanam: Sobek atau kerat pinggiran polybag, lalu goyang‑goyangkan tanaman dengan hati-hati agar media terlepas
Angkat Jahe: Pegang batang, tarik perlahan untuk mengangkat rimpang. Bersihkan dari tanah.
Seleksi dan Cuci: Pilih rimpang berkualitas dengan ciri halus, berserat, dan berminyak, lalu cuci bersih sebelum digunakan atau dijual.
Kesimpulan
Cara budidaya jahe merah di polybag dapat dilakukan dengan mudah hanya dengan empat langkah.
Pemilihan bibit yang baik dan juga penambahan pupuk yang sesuai dapat membantu pertumbuhan jahe merah lebih maksimal dan manfaat jahe merah dapat dirasakan dengan baik setelah panen. (BAI)
Baca Juga: Cara Menanam Daun Mint Dengan Media Air
