Cara Membaca dan Menulis Bilangan Pecahan Sampai 10.000 yang Wajib Diketahui

Ragam Info
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pembelajaran Matematika, cara membaca dan menulis bilangan pecahan sampai 10.000 merupakan materi dasar sebelum anak menginjak ke materi perhitungan bilangan pecahan.
Bilangan pecahan memiliki 4 jenis, yaitu pecahan biasa, pecahan campuran, pecahan desimal, dan pecahan senilai. Keempat jenis tersebut mempunyai cara masing-masing dalam membaca dan menulisnya.
Apa itu Bilangan Pecahan?
Dikutip dalam buku Kalkulus Diferensial Pendekatan Blended Learning, Markus Palobo (2020:9), bilangan pecahan merupakan bilangan yang berbentuk a/b, di mana a tidak habis dibagi oleh b dengan a dan b merupakan bilangan bulat, contoh 5/2, 3/7, -1/3, … dan seterusnya.
Bilangan pecahan terbagi menjadi 4 jenis, yaitu sebagai berikut.
1. Pecahan Biasa
Pecahan biasa terbagi menjadi dua macam, yaitu pecahan sejati dan pecahan tidak sejati. Pecahan sejati merupakan bilangan pecahan yang pembilangnya lebih kecil daripada penyebutnya.
Sedangkan pecahan tidak sejati merupakan bilangan pecahan yang pembilangnya lebih besar daripada penyebutnya. Contoh diketahui sebuah bilangan pecahan a/b, jika a < b disebut pecahan sejati, jika a > b disebut pecahan tidak sejati.
2. Pecahan Campuran
Pecahan campuran dapat diperoleh dari pecahan biasa tidak sejati dengan pembagian pembilang dan penyebutnya bersisa. Pecahan campuran terdiri dari bilangan bulat dan bilangan pecahan biasa. Pecahan campuran dapat disimbolkan sebagai a b/c.
3. Pecahan Desimal
Pecahan desimal adalah bilangan pecahan yang penyebutnya bilangan kelipatan 10, yaitu 10, 100, 1000, 10.000, dan seterusnya. Penulisan dari bilangan ini menggunakan tanda koma (,).
4. Pecahan Senilai
Pecahan senilai merupakan dua atau lebih bilangan pecahan yang memiliki perbandingan yang sama antara pembilang dan penyebutnya. Contohnya 1/2 senilai dengan 4/8, karena perbandingan pembilang dan penyebutnya sama, yaitu 1/2.
Cara Membaca dan Menulis Bilangan Pecahan Sampai 10.000
Bilangan pecahan dicirikan dengan adanya garis miring atau mendatar dan terdapat bilangan pembilang serta penyebut. Bilangan yang berada di atas garis pemisah (/) disebut dengan pembilang, sedangkan bilangan di bagian bawah disebut penyebut.
Untuk mengetahui bagaimana cara membaca dan menulis bilangan pecahan sampai 10.000, simak penjelasan di bawah ini.
1. Membaca
Umumnya, cara membaca bilangan pecahan hampir sama dengan membaca bilangan cacah, yaitu adanya satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan. Namun, hal ini tidak berlaku pada bilangan decimal. Simak penjelasan berikut ini.
a. Pecahan Biasa
Pecahan biasa dapat dibaca dengan menambahkan kata “per’ di antara pembilang dan penyebut yang ada dalam bilangan tersebut, contoh:
1⁄2 dibaca satu per dua.
125⁄345 dibaca seratus dua puluh lima per tiga ratus empat puluh lima.
2035⁄7656 dibaca dua ribu tiga puluh lima per tujuh ribu enam ratus lima puluh enam.
b. Pecahan Campuran
Cara membaca pecahan campuran adalah dengan menggabungkan bilangan bulat dan bilangan pecahan yang ada pada pecahan tersebut, contohnya:
4 4⁄7 dibaca menjadi empat empat per tujuh. Apabila diubah menjadi pecahan biasa menjadi (4 x 7 + 4)/7, yaitu 32/7 dibaca tiga puluh dua per tujuh.
2 3⁄120 dibaca menjadi dua tiga per seratus dua puluh. Apabila diubah menjadi pecahan biasa menjadi (2 x 120 + 3)/120, yaitu 243/120 dibaca dua ratus empat puluh tiga per seratus dua puluh.
1 45⁄6050 dibaca menjadi satu empat puluh lima per enam ribu lima puluh. Apabila diubah menjadi pecahan biasa menjadi (1 x 6050 + 45)/6050, yaitu 6095/6050 dibaca enam ribu sembilan puluh lima per enam ribu lima puluh.
c. Pecahan Desimal
Bilangan desimal terdiri dari bilangan bulat dan bilangan pecahan, yang ditulis dengan cara memisahkan bilangan bulat dan pecahan dengan tanda koma. Contoh 2,3; 24,67;, 125,5; 2.045,67; 9.899,34; dan seterusnya.
Angka sebelum koma memiliki nilai satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya. Sedangkan angka setelah koma memiliki nilai per satuan, per sepuluhan, per seratusan, per ribuan. Hal ini karena angka di belakang koma merupakan jenis angka pecahan, contoh:
40,54 dibaca dengan “empat puluh koma lima empat”, tidak dibaca “empat puluh koma lima puluh empat”,
123,456 dibaca dengan “seratus dua puluh tiga koma empat lima enam” tidak dibaca “seratus dua puluh tiga koma empat ratus lima puluh enam”
8.671, 34 dibaca dengan “delapan ribu enam ratus tujuh puluh satu koma tiga empat” tidak dibaca “delapan ribu enam ratus tujuh puluh satu koma tiga puluh empat”
Cara membaca bilangan desimal ini dimaksudkan agar ada pembeda antara bilangan bulat dan bilangan pecahan dalam istilah.
d. Pecahan Senilai
Cara membaca pecahan senilai sama dengan cara membaca pecahan biasa, yaitu dengan menambahkan kata “per" di antara pembilang dan penyebut yang ada dalam bilangan tersebut.
2. Menulis
Cara menulis bilangan pecahan biasa, pecahan campuran, dan pecahan senilai sama, yakni dengan membatasi pembilang dan penyebut menggunakan tanda batas (/). Contoh 34⁄155, 3⁄17, 2 14⁄1456, 4 4⁄150, dan lainnya.
Sedangkan penulisan bilangan desimal tergantung letak koma yang memisahkan antara bilangan bulat dan pecahan. Jika pecahannya berpenyebut 10, maka bentuk desimalnya di belakang koma hanya ada 1 angka, dan seterusnya, contoh:
3⁄10 desimalnya 0,3
5⁄100 desimalnya 0,05
24⁄100 desimalnya 0,24
324⁄100 desimalnya 3,24
645⁄1000 desimalnya 0,645
7896⁄10000 desimalnya 0,7896
Baca juga: Cara untuk Melakukan Operasi Penjumlahan Bilangan Pecahan dan Contoh Soalnya
Itu tadi cara membaca dan menulis bilangan pecahan sampai 10.000 yang wajib diketahui. Semoga penjelasan di atas dapat membantu orang tua dalam menjelaskan bilang pecahan kepada anak. (MRZ)
