Cara Membedakan Bilangan Pecahan dengan Bilangan Desimal

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bilangan pecahan dan bilangan desimal sering sekali ditemukan dalam operasi hitung matematika. Cara membedakan bilangan pecahan dengan bilangan desimal cukup mudah, karena dari cara penulisannya, keduanya sudah tampak berbeda.
Selain dari cara penulisan, masih ada perbedaan lainnya. Untuk mengetahui perbedaannya, ada baiknya pahami terlebih dahulu definisi dari masing-masing bilangan tersebut.
Cara Membedakan Bilangan Pecahan dengan Bilangan Desimal
Bilangan adalah suatu konsep matematika yang digunakan untuk pencacahan dan pengukuran. Ada berbagai jenis bilangan, seperti bilangan bulat, bilangan asli, bilangan pecahan, bilangan desimal, dan lain sebagainya.
Di bawah ini merupakan penjelasan cara membedakan bilangan pecahan dengan bilangan desimal yang perlu diketahui.
1. Bilangan Pecahan
Bilangan pecahan adalah bilangan yang menggambarkan bagian dari keseluruhan, dan dinyatakan dalam bentuk a/b, dengan a, b bilangan bulat, b ≠ 0, dan b bukan faktor dari a.
Dalam hal ini, a disebut sebagai "pembilang" dan b disebut sebagai "penyebut". Antara pembilang dan penyebut, terdapat garis pemisah yang disebut "per".
Jenis-jenis bilangan pecahan ada bermacam-macam, seperti pecahan biasa, pecahan campuran, hingga pecahan desimal.
Contoh bilangan pecahan:
3/4 dibaca tiga per empat
7/8 dibaca tujuh per delapan
2. Bilangan Desimal
Bilangan desimal sesungguhnya termasuk dalam jenis bilangan pecahan.
Namun, mengutip buku Matematika SD, Ringkasan Teori, Latihan Soal & Pembahasan, Evaluasi, Istiqomah, S.Si, (halaman 8), bilangan desimal adalah suatu pecahan yang penyebutnya merupakan perpangkatan dari bilangan 10.
Penulisan suatu bilangan desimal selalu menggunakan tanda koma (,).
Contoh bilangan desimal:
0,1 dibaca nol koma satu
0,01 dibaca nol koma nol satu
Di atas telah disebutkan bahwa bilangan desimal termasuk dalam jenis bilangan pecahan, tetapi penyebutnya merupakan perpangkatan dari bilangan 10. Penjelasannya adalah sebagai berikut.
0,1 merupakan bentuk desimal dari pecahan 1/10
0,01 merupakan bentuk desimal dari pecahan 1/100
0,001 merupakan bentuk desimal dari pecahan 1/1000
Dan seterusnya.
Apabila suatu pecahan memiliki penyebut yang bukan 10 atau perpangkatan dari 10, maka untuk menjadikannya bentuk desimal, penyebut tersebut harus diubah (dikalikan pada suatu bilangan) hingga menjadi bilangan yang merupakan perpangkatan dari 10.
Secara otomatis, ketika penyebutnya berubah, pembilangnya juga akan berubah. Contohnya adalah sebagai berikut:
2/4 jika ingin diubah menjadi bilangan desimal, penyebutnya harus diubah menjadi perpangkatan 10 terlebih dahulu.
2/4 x 25/25 = 50/100
50/100, bentuk desimalnya adalah 0,5
Baca juga: Cara Pembagian Pecahan dalam Matematika beserta Contoh Soalnya
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa cara membedakan bilangan pecahan dengan bilangan desimal bisa dilihat dari penulisannya dan dari nilai penyebutnya. Semoga bermanfaat dan bisa membantu dalam mengerjakan soal matematika. (ARN)
