Konten dari Pengguna

Cara Menanam Sawi dari Sisa Dapur Agar Tumbuh Subur

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menanam sawi sisa dapur. Sumber: Pexels/Mark Stebnicki
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menanam sawi sisa dapur. Sumber: Pexels/Mark Stebnicki

Sampah sisa dapur berupa sayur dan buah ada beberapa bisa ditumbuhkan kembali (regrow) salah satunya sawi. Cara menanam sawi sisa dapur bisa dilakukan dengan memotong pangkal batang sawi untuk menumbuhkan kembali menjadi tanaman baru.

Daftar isi

Bagian Mana dari Sawi yang Bisa Ditanam Kembali?

Dikutip dari buku Penanganan Segar Hortikultura Untuk Penyimpanan dan Pemasaran, Murdijati Gardjito (2015:102), sawi adalah sekelompok tumbuhan dari marga Brassica yang dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan (sayur), baik segar maupun diolah.

Dalam praktik memasak sehari-hari, bagian bonggol atau pangkal batang sawi dianggap tidak berguna. Padahal jika diperlakukan dengan tepat, pangkal batang tersebut dapat ditanam kembali agar tumbuh menjadi tanaman sawi baru.

Cara Menanam Sawi dari Sisa Dapur

Cara menanam sawi dari sisa dapur.

Menanam sawi dari sisa dapur bisa dimulai dengan merendam bagian pangkal batangnya ke dalam air hingga tumbuh tunas, sebelum akhirnya dipindahkan ke media tanah. Pemindahan ini dilakukan untuk memberikan ruang bagi akar untuk mendapatkan nutrisi yang cukup supaya tumbuh subur.

Adapun langkah-langkah cara menanam sawi sisa dapur supaya tumbuh subur dapat diperhatikan sebagai berikut ini.

  • Memotong pangkal batang sawi: biasanya sisa pangkal batang sawi dipotong sekitar 5 cm dari dasar daun agar cukup untuk direndam.

  • Merendam dengan air: siapkan wadah berisi air. Letakkan pangkal batang sawi ke wadah tersebut dan usahakan bagian daun tidak terendam air.

  • Pastikan sawi terkena sinar matahari: sebaiknya tanaman sawi mendapatkan sinar matahari 4-6 jam sehari.

  • Ganti air secara teratur: usahakan mengganti air di wadah minimal dua hari sekali untuk menjaga kebersihan air.

  • Memindahkan ke media tanam: jika akar mulai tumbuh dari pangkal batang, pindahkan bonggol sawi ke pot atau botol bekas berisi media tanam yang subur.

  • Perawatan setelah di tanam: setelah dipindahkan ke media tanam, siram tanaman secara rutin. Usahakan media tanam memiliki drainase yang baik agar akar tidak mudah membusuk.

  • Panen daun sawi: Dalam beberapa minggu, daun sawi akan tumbuh subur dan siap untuk dipanen. Pada saat memanen sawi, petik daun secukupnya dari bagian luar agar sawi bisa panen kembali.

Berapa Lama Waktu Panen Sawi dari Hasil Tanam Ulang?

Lamanya tumbuhnya tanaman sawi hasil tanam ulang biasanya terjadi dalam waktu sekitar dua bulan. Jika sudah berbunga dan mengeluarkan biji, tandanya proses reproduksi tanaman sawi telah selesai. Nantinya sawi akan mati dengan sendirinya.

Kesimpulan

  • Bagian sawi yang dapat ditanam kembali adalah bonggol atau pangkal batang sawi.

  • Cara menanam sawi dari sisa dapur dapat dilakukan dengan memotong pangkal batang sawi, merendam dengan air, memastikan sawi terkena sinar matahari, mengganti air secara berkala, memindahkan ke media tanam, melakukan perawatan terhadap sawi dan memanen daun sawi.

  • Sawi hasil tanam ulang memerlukan waktu sekitar dua bulan. (NTA)

Baca juga: Cara Menanam Sawi secara Vertikultur yang Benar