Cara Menggunakan Erlenmeyer, Pengertian, dan Jenis-jenisnya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Erlenmeyer adalah salah satu alat yang biasa digunakan untuk penelitian di laboratorium. Biasanya cara menggunakan erlenmeyer juga diajarkan sejak di bangku sekolah. Erlenmeyer adalah peralatan yang memiliki bentuk kerucut di bagian atas.
Tujuannya adalah untuk memudahkan peneliti dalam melarutkan zat-zat kimia yang hendak diteliti. Labu erlenmeyer juga sering digunakan oleh peneliti ketika melakukan eksperimen Mikrobiologi.
Pengertian dan Cara Menggunakan Erlenmeyer
Tersedia berbagai ukuran erlenmeyer mulai dari 50 ml, 100 ml, 250 ml, sampai 1.000 ml bisa dipilih peneliti sesuai dengan kebutuhan. Kegunaan erlenmeyer secara umum adalah untuk alat analisis, menyimpan zat, dan melarutkan zat kimia.
Mengutip dari buku Top No. 1 Ulangan Harian, Tim Guru Indonesia, (2015:283), pengertian erlenmeyer adalah sebuah alat yang digunakan untuk menampung zat kimia. Alat ini juga bisa digunakan untuk mereaksikan suatu zat dengan cara mencampurkannya.
Dalam melakukan kerja ilmiah, seorang peneliti harus hati-hati agar tidak terjadi kecelakaan kerja. Keselamatan kerja di laboratorium perlu diterapkan, termasuk mengetahui bagaimana cara menggunakan erlenmeyer berikut ini.
Langsung tuang zat kimia ke erlenmeyer dengan hati-hati.
Setelah itu, peneliti bisa memasukkan larutan pelarut dan mencampurnya dengan cara menggoyang-goyangkan erlenmeyer secara perlahan agar merata.
Setelah selesai, peneliti harus menutup erlenmeyer dengan proff menggunakan bantuan kapas yang dilipat ke bagian depan dan belakang agar tutup rapat.
Kemudian gulung kapas agak keras sampai pas dengan leher erlenmeyer.
Erlenmeyer adalah peralatan yang terbuat dari kaca sehingga rawan jatuh dan pecah. Jika hal ini sampai terjadi, zat-zat kimia akan berhamburan.
Jenis-jenis Erlenmeyer
Terdapat dua jenis erlenmeyer yaitu erlenmeyer bercabang dan tutup asah. Berikut ini penjelasan kedua jenis erlenmeyer tersebut.
1. Erlenmeyer Bercabang
Jenis erlenmeyer ini memiliki leher bercabang di bagian bawahnya. Fungsinya adalah untuk penyaringan dengan corong Buchner yang bisa disambungkan ke pompa hisap.
2. Erlenmeyer Tutup Asah
Berikutnya adalah erlenmeyer tutup asah yang memiliki satu elemen saja di bagian atas. Fungsinya adalah untuk memudahkan proses reaksi kimia agar mudah teroksidasi oleh udara.
Baca Juga: Pengertian Larutan Hiptonik dan Jenis-jenisnya
Mengetahui cara menggunakan erlenmeyer beserta jenis-jenis erlenmeyer akan membantu siswa yang akan praktik di laboratorium. Siswa akan mudah membedakan mana erlenmeyer bercabang dan tutup asah. (GTA)
