Konten dari Pengguna

Cara Menghitung Payback Period beserta Contoh Soalnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menghitung payback period. Sumber: pexels.com/Lukas
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menghitung payback period. Sumber: pexels.com/Lukas

Saat mempelajari bab tentang teknik-teknik penganggaran modal, salah satu hal yang harus dikuasai adalah cara menghitung payback period atau periode pengembalian. Para Investor wajib untuk bisa menghitungnya agar bisa mendapatkan investasi menguntungkan.

Dikutip dari buku Prinsip prinsip Manajemen Keuangan 2 (ed. 12) oleh Van Horne (Pearson) (2005:29), payback period merupakan salah satu metode alternatif yang harus diketahui untuk mengevaluasi dan memilih proyek yang digunakan untuk penganggaran modal.

Cara Menghitung Payback Period

Gambar cara menghitung payback period. Sumber: pexels.com/Mikhail Nilov

Payback period adalah waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan investasi kas awal berdasarkan arus kas yang diharapkan pada proyek tersebut. Inilah mengapa para investor perlu tahu cara menghitung payback period.

Hasil dari perhitungan payback period dapat membantu para investor mengetahui waktu yang diperlukan untuk menutup biaya investasi. Dengan begitu, para investor bisa menentukan keputusan berinvestasi dalam suatu proyek dengan matang. Berikut rumus payback period.

Payback period = Nilai investasi awal / Arus kas × 1 tahun

Nilai investasi awal merupakan jumlah dana yang perlu dibayarkan untuk memulai sebuah investasi. Investasi awal ini dapat mencakup pembelian saham, modal awal bisnis, atau investasi pada sistem keuangan lain.

Sedangkan, arus kas sebenarnya merupakan pergerakan dari uang masuk dan keluar dari suatu perusahaan. Namun, arus kas untuk investor adalah keuntungan yang didapatkan oleh investor yang menanamkan modal dalam waktu 1 tahun.

Contoh Soal Payback Period

Gambar dari cara menghitung payback period. Sumber: pexels.com/RDNE Stock project

Untuk mengaplikasikan rumus payback period di atas, berikut contoh soal yang bisa dijadikan latihan menghitung waktu yang dibutuhkan untuk menutup biaya investasi.

1. Luna hendak melakukan investasi di perusahaan X dengan modal sebesar 50 juta. Keuntungan bersih yang bisa didapatkan oleh Luna tiap tahunnya adalah 25 juta. Jadi berapa periode pengembalian modal untuk investasi tersebut?

Jawaban:

Investasi awal yang perlu Luna bayarkan adalah 50 juta. Sedangkan arus kasnya adalah 25 juta. Berikut perhitungannya.

= Rp50.000.000 / Rp25.000.000 × 1 tahun

= 2 tahun

Jadi, waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan modal investasi Luna adalah 2 tahun.

2. Ridho ditawari perusahaan Y untuk menanamkan modal sebesar 300 juta. Keuntungan yang dijanjikan oleh perusahaan Y pada tiap tahunnya adalah 50 juta. Jadi, berapa waktu yang diperlukan untuk menuntup biaya investasi dari Ridho?

Jawaban:

Investasi awal yang perlu Ridho bayarkan adalah 300 juta. Sementara arus kasnya adalah 50 juta. Berikut perhitungannya.

= Rp300.000.000 / Rp50.000.000 × 1 tahun

= 6 tahun

Jadi, waktu yang diperlukan untuk menuntup biaya investasi Ridho adalah 6 tahun.

Demikian cara menghitung payback period yang biasa dipelajari di jurusan manajemen. Penghitungan dari payback period ini sebenarnya tak sulit, asalkan investor mengetahui secara rinci berapa investasi awal dan arus kasnya. (SLM)

Baca Juga: 2 Contoh Soal Capital Budgeting dan Penjelasannya