Cara Menyimpan Jahe Merah Setelah Panen agar Awet Digunakan

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menyimpan jahe merah setelah panen dapat dilakukan dengan menyimpannya di suhu ruang seperti dalam kulkas, hingga freezer. Kunci utamanya adalah menjaga jahe tetap kering dan menghindarkannya dari kelembapan, karena kelembapan dapat menyebabkan jahe membusuk atau menumbuhkan tunas.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Cara Menyimpan Jahe Merah Setelah Panen agar Tidak Cepat Busuk
Dikutip dari Buku Seluk Beluk Food Supplement, VitaHealth, (2006: 56), jahe adalah bumbu dapur yang bermanfaat sebagai stimulant pemulih tenaga (tonikum) dan pereda nyeri (analgesik).
Lantas, apa cara terbaik menyimpan jahe merah agar tidak cepat busuk? Berikut caranya.
Pilih jahe merah yang bagus, tidak tergores, masih utuh, tidak busuk, atau terserang hama.
Bersihkan dari tanah secara kering, jangan dicuci karena bisa cepat membusuk.
Jemur selama 1-2 hari di bawah sinar matahari tidak langsung, sampai jahe tidak terlalu basah.
Simpan di tempat kering, sejuk, dan memiliki sirkulasi udara baik.
Simpan di kulkas dengan memasukkannya ke dalam wadah kedap udara.
Simpan di freezer dengan cara memasukkan ke dalam kantong zip, keluarkan sebanyak mungkin udara sebelum menutup kantongnya.
Berapa Lama Jahe Bisa Disimpan Setelah Panen?
Budidaya jahe di rumah ternyata mudah, begitu juga dengan menyimpannya agar awet. Jahe dapat disimpan selama beberapa minggu sampai beberapa bulan, tergantung dari penyimpanannya.
Jahe yang belum dikupas dan simpan di tempat yang sejuk dan kering bisa bertahan hingga 2-3 bulan.
Jika disimpan di dalam kulkas, jahe sudah dikupas bisa bertahan sampai 2-3 minggu.
Jahe yang disimpan di freezer utuh maupun sudah dipotong-potong, bisa bertahan sampai 6 bulan bahkan lebih.
Manfaat Jahe Merah
Jahe merah dikenal memiliki rasa lebih pedas. Jahe memiliki ragam manfaat. Berikut ini manfaat jahe merah untuk kesehatan di antaranya yaitu:
Jahe mengandung senyawa anti-inflamasi gingerol dan zingeron yang dapat membantu meredakan berbagai jenis nyeri, termasuk nyeri sendi dan otot.
Jahe merah mengandung antioksidan seperti Vitamin C dan selenium untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Membantu merangsang produksi enzim pencernaan, yang dapat mengatasi perut kembung.
Mengatasi mual dan muntah, terutama untuk ibu hamil dengan morning sickness atau yang menjalanai kemoterapi.
Membantu mengatasi sakit kepala.
Kesimpulan
Cara menyimpan jahe merah setelah panen dapat dilakukan dengan penyimpanan di suhu ruang, kulkas, hingga freezer.
Masa simpan jahe mulai dari 2 minggu sampai dengan lebih dari 6 bulan, tergantung dari cara penyimpanannya.
Jahe merah mengandung banyak manfaat bagi tubuh seperti meredakan nyeri sendi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengatasi perut kembung, mengatasi mual muntah, dan membantu mangatasi sakit kepala.
Demikian ulasan mengenai cara menyimpan jahe merah setelah panen agar awet digunakan. Jahe merah bukan hanya bumbu dapur, tetapi juga tanaman nobat yang kaya manfaat bagi kesehatan. (ERI)
Baca juga: 6 Manfaat Jahe Merah untuk Kesehatan serta Kandungan Nutrisinya
