Konten dari Pengguna

Cara Penyu Bermigrasi dan Penjelasannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara penyu bermigrasi. Sumber: Pixabay / Kanenori
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara penyu bermigrasi. Sumber: Pixabay / Kanenori

Migrasi adalah perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain. Tidak hanya dilakukan oleh manusia, beberapa hewan seperti penyu juga diketahui melakukan aktivitas tersebut. Cara penyu bermigrasi adalah dengan memanfaatkan medan magnet sebagai navigasi.

Hewan-hewan melakukan migrasi karena beberapa alasan. Alasan utamanya adalah untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, seperti burung elang yang bermigrasi ke tempat yang bersuhu hangat, ketika musim dingin tiba.

Saat musim dingin tiba, sumber makanan menipis, cuaca juga menjadi lebih ekstrem, sehingga migrasi pun harus dilakukan agar tetap bisa bertahan hidup. Selain itu, alasan hewan bermigrasi adalah untuk berkembang biak, seperti yang dilakukan oleh penyu dan ikan salmon.

Cara Penyu Bermigrasi

Ilustrasi cara penyu bermigrasi. Sumber: Pixabay / kormandallas

Migrasi pada penyu terdiri dari tiga macam, yakni migrasi tukik atau anak penyu, migrasi reproduktif, dan migrasi non-reproduktif.

Dapat dikatakan bahwa tujuan penyu bermigrasi selain untuk mencari makanan adalah untuk berkembang biak. Penyu bisa menempuh jarak bermil-mil jauhnya, untuk kembali ke pantai tempat mereka menetas, juga untuk meletakkan telur-telurnya.

Dikutip dari buku Seri Binatang Langka Indonesia: Penyu dan Badak, Koen Setyawan, (2013: 16), jenis penyu sekaligus reptil yang bermigrasi terjauh adalah penyu belimbing, yang bermigrasi sejauh 4.831 km.

Adapun cara penyu bermigrasi adalah dengan memanfaatkan medan magnet bumi sebagai navigasi. Diketahui bahwa di dalam tengkorak hewan vertebrata, termasuk penyu, terdapat mineral magnetis yang mengandung besi, untuk mengorientasi medan magnetis bumi.

Mineral magnetis ini juga dapat ditemukan pada abdomen lebah, di dalam gigi beberapa jenis moluska, serta pada protista dan prokariota tertentu.

Mengutip buku Bupelas: Inti Materi IPA Fisika, Kimia, Biologi SMP/MTs Kelas 7, 8, 9, Tim Maestro Genta, (2020: 396), seorang peneliti bernama Kenneth Lohmann dari Universitas Carolina Utara mempelajari tingkah laku penyu saat dihadapkan dengan medan magnet yang berbeda-beda.

Peneliti tersebut meletakkan penyu dalam sebuah wadah yang dikelilingi alat yang menimbulkan medan magnet. Hasilnya, penyu terlihat mengikuti jalur migrasi yang diberikan.

Pergerakan penyu mengikuti jalur medan bertujuan untuk menjaga penyu tetap berada di lautan yang hangat dan kaya akan sumber makanan.

Baca juga: Cara Kura-kura Berkembang Biak beserta Penjelasannya

Demikianlah penjelasan mengenai cara penyu bermigrasi. Seperti halnya manusia, hewan-hewan juga bermigrasi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. (ARN)