Cerita Fantasi Total: Pengertian dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cerita fantasi yang sering ditemukan dalam karya fiksi ternyata terbagi menjadi dua jenis, salah satunya yaitu cerita fantasi total. Cerita fantasi total adalah cerita fantasi yang dibuat tidak sesuai atau tidak terjadi di dalam kehidupan yang nyata.
Cerita fantasi total sama dengan cerita pada umumnya yang memiliki tokoh, alur, latar, sudut pandang, hingga amanat. Cerita ini mengandung keajaiban, keanehan, dan kemisteriusan yang disukai oleh banyak orang terutama anak-anak.
Pengertian Cerita Fantasi Total
Cerita fantasi adalah sebuah karangan yang dibuat dengan daya imajinasi atau khayalan seseorang yang di dalamnya terdapat berbagai kisah. Sehingga cerita seperti ini bersifat fiktif. Cerita fantasi terbagi menjadi dua jenis, salah satunya cerita fantasi total.
Dalam buku Explore Bahasa Indonesia Jilid 1 untuk SMP/MTs Kelas VII oleh Erwan Rachmat (2019:32) pengertian cerita fantasi total adalah cerita yang seluruhnya berisikan khayalan pengarang terhadap objek tertentu.
Pada cerita fantasi jenis ini, semua yang terdapat pada cerita tidak terjadi atau tidak ada dalam dunia nyata. Jadi nama orang, nama objek, dan nama tempat semuanya benar-benar rekaan pengarang.
Contoh Cerita Fantasi Total
Untuk mengetahui lebih jelasnya seperti apa cerita fantasi total, simak contoh berikut ini.
Kekuatan Ekor Biru Nataga
Oleh: Ugi Agustono
Seluruh pasukan Nataga telah bersiap. Nataga membagi tugas kepada seluruh panglima dan pasukannya di titik yang ditentukan. Hari itu, sejarah besar Tana modo akan terukir di hati para binatang. Mereka akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk membela tanah air tercinta.
Saat yang ditunggu pun tiba. Mulai terlihat bayangan serigala-serigala yang hendak keluar dari kabut. Jumlah pasukan cukup banyak. Nataga dan seluruh panglima memberi isyarat untuk tidak panik. Pasukan siluman serigala mulai menginjak Pulau Tana Modo.
Tubuh mereka besar-besar dengan sorot mata tajam. Raut wajahnya penuh dengan angkara murka dan kesombongan, disertai lolongan panjang saling bersahutan di bawah air hujan. Mereka tidak menyadari bahaya yang sudah mengepung. Semua binatang tetap tenang menunggu aba-aba dari Nataga.
"Serbuuuu …!" teriak Nataga sambung-menyambung dengan seluruh panglima. Pasukan terdepan dari binatang-binatang hutan segera mengepung para serigala dengan lemparan bola api. Pasukan serigala sempat kaget, tidak percaya.
Cukup banyak korban yang jatuh di pihak serigala karena lemparan bola api. Namun, pemimpin pasukan tiap kelompok serigala langsung mengatur kembali anak buahnya. Mereka tertawa mengejek binatang-binatang ketika banyak bola api yang padam sebelum mengenai tubuh mereka.
Bahkan dengan kekuatan mereka, mereka meniup bola api yang terbang menuju arah mereka. Binatang-binatang tidak putus asa. Namun, pasukan serigala yang melebihi dari pasukan binatang, mulai bergerak maju, seolah hendak menelan binatang-binatang yang mengepung.
Binatang-binatang yang pantang menyerah juga tidak takut dengan gertakan para serigala. "Gunakan kekuatan ekormu, Nataga!" bisik Dewi Kabut di telinga Nataga. Nataga sempat bingung dengan kata-kata Dewi Kabut, karena banyak bola api yang padam.
Nataga segera memberi aba-aba berhenti melempar dan mundur kepada seluruh pasukan. Tiba-tiba, Nataga segera melesat menyeret ekor birunya. Mendadak, ekor Nataga mengeluarkan api besar. Nataga mengibaskan api pada ekornya yang keras, membentuk lingkaran.
Lalu, ia melompat bagai kilat dan mengepung serigala dalam api panas. Kepungan api semakin luas. Serigala-serigala tak berdaya. Teriakan panik dan kesakitan terdengar dari serigala-serigala yang terbakar. Nataga tidak memberi ampun kepada para serigala licik itu.
Selesai pertempuran, Nataga segera menuju ke atas bukit, bergabung dengan seluruh panglima. Levo, Goros, Lamia, Sikka, dan Mora memandang Nataga dengan haru dan tersenyum mengisyaratkan hormat dan bahagia.
Dapat disimpulkan bahwa cerita fantasi total adalah cerita yang seluruh isinya tidak sesuai dengan kehidupan nyata, mulai dari nama orang, nama objek, dan nama tempat. (MRZ)
Baca juga: Mengenal Tema Cerita Fantasi dan Struktur Penulisannya
