Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Alga Coklat beserta Klasifikasi dan Contohnya dalam Ilmu Biologi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri alga coklat. Sumber: Unsplash/Sofia Rotaru
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri alga coklat. Sumber: Unsplash/Sofia Rotaru

Berdasarkan klasifikasi warna yang dominan, alga dibagi menjadi empat kelompok salah satunya yaitu alga coklat (Phaeophyta). Salah satu ciri-ciri alga coklat, yaitu mempunyai klorofil a dan c serta pigmen xantofil dan fikosantin.

Alga merupakan prostista yang menyerupai tumbuhan karena memiliki klorofil. Adapun klorofil inilah yang dapat mengubah senyawa anorganik menjadi senyawa organik dengan menggunakan energi cahaya melalui proses fotosintesis.

Klasifikasi Alga Coklat

Ilustrasi klasifikasi alga coklat. Sumber: Unsplash/Oleksandr Sushko

Dikutip dalam buku Ajar Planktonologi, Endang Dewi Masithah (2023:9), alga coklat merupakan protista mirip tumbuhan dengan talus multiseluler, sehingga dapat diamati secara makroskopik (terlihat).

Talus memiliki mekanisme perekat untuk menempelkan tubuhnya ke substrat. Sedangkan bagian tubuh lainnya mengapung di atas air.

Dalam ilmu Biologi, setiap makhluk hidup memiliki klasifikasi yang secara sistematis atau menurut beberapa aturan atau kaidah telah ditetapkan. Adapun klasifikasi alga coklat, yaitu

  • Divisi: Phaephyta

  • Domain: Eukaryota (memiliki membran sel)

  • Kerajaan: Protista (organisme sederhana, biasanya mikroskopis, rumput laut merupakan pengecualian)

  • Divisi: Heterokontophyta (alga dengan klorofil a dan c)

  • Kelas: Phaeophyceae

  • Ordo: Fucales, Laminarales, Dictyotales, Ectocarpales

  • Keluarga: Fucaceae

  • Genus: Fucus

  • Spesies: Distichus, Serratus, Spiralis, Vesiculosus

Ciri-Ciri Alga Coklat

Ilustrasi ciri-ciri alga coklat. Sumber: Unsplash/Wolfgang Hasselmann

Hampir semua jenis phaeophyta hidup di laut terutama di daerah yang dingin, yaitu hidup di batu-batuan dasar perairan sedalam 1,5-5 meter dari permukaan air. Phaeophyta hidup berkoloni dengan bentuk bervariasi. Adapun ciri-ciri alga coklat lainnya, yaitu

  1. Inti sel bersifat eukariotik karena inti sel telah memiliki membran.

  2. Multiseluler (bersel banyak).

  3. Memiliki pigmen klorofil a, klorofil c, violaxantin, b-karotin, diadinoxantin, serta xantofil dan fikosantin yang jumlahnya dominan.

  4. Berbentuk lembaran, bahkan ada yang menyerupai tumbuhan tinggi (plantae) karena memiliki jaringan transportasi makanan (menyerupai akar, batang, dan daun).

  5. Memiliki gelembung-gelembung udara yang berfungsi sebagai pelampung.

  6. Memiliki ukuran talus mikroskopis sampai makroskopis.

  7. Berbentuk filamen bercabang, tidak bercabang dan ada juga yang tegak.

  8. Bersifat autotrof, karena memiliki klorofil untuk melakukan fotosintesis.

  9. Memiliki kloroplas tunggal berbentuk seperti benang ada pula yang berbentuk cakram.

  10. Kloroplas mengandung pirenois untuk menyimpan cadangan makanan yang disimpan berupa laminarin.

  11. Memiliki dinding sel. Pada dinding sel dan ruang intersel, terdapat asam alginat, bagian dalam dinding sel tersusun oleh lapisan selulosa.

Contoh Alga Coklat

Ilustrasi contoh alga coklat. Sumber: Unsplash/Silas Baisch

Banyak jenis phaeophyta yang bermanfaat bagi manusia, seperti menghasilkan bahan makanan. Alga ini juga menghasilkan asam alginat yang berguna sebagai bahan penstabil pembuatan es krim. Beberapa contoh phaeophyta adalah sebagai berikut.

1. Hormophysa Cuneiformis

Ciri-ciri umum dari Hormophysa cuneiformis, yaitu talus tegak, rimbun, alat pelekat, seperti cakram dan rhizoid pendek, bagian pangkal talus menyerupai tangkai, dan memiliki warna coklat tua.

Sepanjang sumbu tegak dan cabang-cabangnya, pada kedua sisi terdapat semacam sayap yang bentuknya tidak teratur, hidup menempel pada batu dengan alat pelekatnya. Alga ini hidup bercampur dengan Sargassum dan Turbinaria

2. Turbinaria

Turbinaria memiliki talus foloid yang bentuknya menyerupai turbin, memiliki gerigi pada pinggirannya yang bervariasi tergantung spesiesnya.

Turbinaria mempunyai cabang-cabang silindrik dengan diameter 2-3 mm, dan mempunyai cabang lateral pendek dari 1-1,5 cm panjangnya. Cabang ini berakhir pada sebuah reseptakel dengan pinggiran bergerigi dan garis tengahnya kira-kira 1 cm.

3. Padina Australis

Padina australis menunjukkan ciri utama, yaitu talus berukuran besar (sekitar 15 cm), membentuk kipas dengan lebar 2 – 8 cm, dan terdapat segmen-segmen lembaran tipis (lobus) dengan garis-garis berambut radial.

Talus Padina australis tersusun dari epidermis dan sel parenkim. Warna utama adalah coklat muda kekuning-kuningan, tetapi terkadang warnanya memutih karena adanya perkapuran di permukaan daun.

4. Macrocystis Integrifolia

Macrocystis integrifolia atau kelp memiliki ciri-ciri, yaitu ukurannya sangat besar. Di pantai barat Amerika Utara, panjangnya ditemukan dapat mencapai tiga kilometer. Kelp hidup menempel kuat di bebatuan dengan bantuan talus yang menyerupai akar.

Baca juga: Ciri-Ciri Kingdom Monera dan Klasifikasinya dalam Ilmu Biologi

Setelah mengetahui ciri-ciri alga coklat beserta klasifikasi dan contohnya, semoga pembaca dapat membedakan alga coklat dengan alga jenis lainnya agar tidak keliru. (MRZ)