Ciri-Ciri Anabolisme beserta Proses dan Contohnya pada Makhluk Hidup

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri anabolisme salah satunya yaitu membutuhkan energi dari luar, baik energi cahaya maupun energi kimia. Energi ini kemudian digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana yang dihasilkan untuk menjadi senyawa yang lebih kompleks.
Pada proses anabolisme energi yang diperlukan tidak hilang, melainkan tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk. Proses anabolisme dapat dijumpai pada reaksi biosintesis, fotosintesis, dan kemosintesis.
Ciri-Ciri Anabolisme
Dikutip dalam buku Praktis Belajar Biologi Untuk Mahasiswa Kesehatan, Jafriati (2020:78), anabolisme, yaitu proses penyusunan senyawa kimia yang sederhana ke senyawa kimia atau molekul kompleks yang terjadi pada makhluk hidup.
Persitiwa ini memerlukan energi dari luar, kemudian energi itu digunakan untuk mengikat senyawa sederhana menjadi lebih kompleks. Energi yang digunakan dalam anabolisme dapat berupa energi cahaya atau energi kimia.
Anabolisme yang berasal dari energi cahaya disebut dengan fotosinstesis. Sedangkan anabolisme dari energi kimia disebut dengan kemosintesis. Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa ciri-ciri dari proses anabolisme, yaitu
Proses sintesis molekul kimia kecil menjadi molekul yang lebih besar.
Membutuhkan energi.
Terjadinya reaksi reduksi.
Hasil akhir anabolisme merupakan senyawa pemula proses katabolisme.
Memungkinkan tubuh untuk dapat membangun atau juga menumbuhkan sel-sel baru serta memelihara jaringan tubuh.
Dipengaruhi oleh segala macam hormon serta enzim untuk dapat membentuk serta memperbaiki sel dan juga jaringan.
Proses dan Contoh Anabolisme
Hasil anabolisme dapat berupa glikogen dan protein sebagai bahan bakar dalam tubuh dan asam nukleat untuk pengkopian informasi genetik. Proses dan contoh anabolsime dapat ditemui dalam reaksi biosintesis, fotosintesis, dan kemosintesis, berikut penjelasannya.
1. Reaksi Biosintesis
Anabolisme terjadi di dalam tubuh manusia, yaitu pada saat reaksi biosintesis terjadi. Reaksi biosintesis adalah proses pembuatan molekul baru yang membentuk sel juga jaringan baru dan merevitalisasi organ.
Dalam proses biosintesis, terdapat tiga tahapan dasar, yaitu produksi prekursor, aktivasi senyawa-senyawa menjadi bentuk reaktif menggunakan energi dari ATP, dan penggabungan prekursor. Penggabungan prekusor ini untuk membentuk makromolekul.
Melalui reaksi anabolisme, manusia dapat membuat sel, jaringan, dan tulang untuk tumbuh dan berkembang. Anabolisme juga berperan dalam pembuatan jaringan dalam penyembuhan luka, pembuatan hormon, dan juga enzim dalam tubuh manusia.
2. Reaksi Fotosintesis
Contoh reaksi anabolisme selanjutnya adalah reaksi fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan, alga, dan beberapa bakteri. Fotosintesis adalah reaksi anabolik karena merupakan proses pembuatan senyawa kompleks dari senyawa sederhana dan mengonsumsi energi.
Adapun proses reaksi dari fotosintesis, yaitu
6CO2 + 6H2O + energi cahaya → C6H12O6 + 6O2
Fotosintesis membentuk senyawa kompleks glukosa (C6H12O6) dari senyawa karbon dioksida (CO2) dan air (H2) yang lebih sederhana. Dalam pembentukan glukosa, fotosintesis menggunakan energi yang bersumber dari cahaya matahari.
3. Reaksi Kemosintesis
Kemosintesis dilakukan oleh organisme yang hidup di kedalam laut yang gelap dan tidak tersentuh cahaya matahari. Reaksi ini menggunakan energi kimia yang dilepaskan reaksi kimia anorganik untuk menghasilkan makanan berupa gula.
Adapun proses reaksi dari kemosintesis, yaitu
CO2 + 4H2S + O2 →CH2O + 4S + 3H2O
Reaksi kemosintetis di atas menunjukkan pembuatan materi organik kompleks (CH2O) dari materi anorganik berupa hidrogen sulfida (H2S).
Baca juga: Perbedaan Anabolisme dan Katabolisme beserta Proses dan Contohnya
Demikian penjelasan mengenai ciri-ciri anabolisme beserta proses dan contohnya pada makhluk hidup. Semoga ulasan di atas dapat menambah wawasan pembaca. (MRZ)
