Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Cacing Gelang beserta Klasifikasinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri cacing gelang. Sumber foto: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri cacing gelang. Sumber foto: Pixabay.com

Cacing gelang merupakan salah satu jenis cacing yang dapat hidup dalam tubuh manusia. Ciri-ciri cacing gelang memiliki bentuk tubuh yang bulat dan panjang.

Cacing gelang dalam tubuh manusia dapat masuk melalui makanan yang telah terkontaminasi. Panjang cacing ini sangat bervariasi mulai dari beberapa milimeter hingga dua meter.

Ciri-ciri Cacing Gelang

Ilustrasi ciri-ciri cacing gelang. Sumber foto: Pixabay.com

Dikutip dari buku 100% Super Lengkap Gudang Soal Biologi-Kimia SMP Kelas VII, VIII, dan IX, Maria Elisabeth E.K., S.Si (2014: 26), cacing gelang merupakan jenis kelompok hewan tak bertulang belakang atau yang disebut avertebrata.

Avertebrata terdiri dari beberapa filum yang salah satunya adalah Annelida atau cacing gelang. Ciri-ciri cacing gelang adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki tubuh bulat dan panjang.

  2. Dinding tubuh cacing terdiri atas tiga lapisan atau tripoblastik.

  3. Tubuh cacing gelang metameri yaitu, setiap segmen memiliki organ tubuh yang tetap bergandengan dan terkoordinasi.

  4. Termasuk jenis hermafrodit.

Baca juga: Hewan Invertebrata: Pengertian, Klasifikasi, dan Contohnya

Klasifikasi Cacing Gelang

Ilustrasi ciri-ciri cacing, Sumber foto: Pixabay.com

Annelida atau kelompok cacing gelang memiliki sekitar 15.000 spesies. Contoh annelida yang memiliki ukuran terpanjang 3 m adalah cacing tanah dari Australia. Cacing tersebut dapat hidup bebas pada umumnya seperti tanah, air laut maupun air laut.

Klasifikasi cacing gelang adalah sebagai berikut.

1. Polychaeta

Poli memiliki arti banyak dan chaeta berarti rambut. Polycheta adalah jenis cacing yang banyak sekali dijumpai rambut. Kulit cacing ini dilapisi kutikula. Selain itu, cacing tersebut memiliki sistem saraf tangga tali dengan pusat saraf adalah ganglion.

Contoh Polycheta adalah cacing wawo dan cacing palolo. Jenis cacing ini dapat dikonsumsi karena mengandung protein tinggi, dan biasanya dapat ditemukan di perairan Kepulauan Maluku serta Fiji-Jepang.

2. Olygochaeta

Kelas yang kedua yaitu Olygocheta. Cacing ini kebalikan dari Polycheta dan hanya memiliki sedikit jumlah rambut. Cacing Olygocheta biasa hidup di tanah maupun perairan tawar dan bersifat hermafrodit sehingga di tubuhnya memiliki ovarium dan testis.

Pada waktu reproduksi epidermis pada tubuh cacing ini mengalami penebalan disebut klitellum. Serta, mengeluarkan kokon dan akan menetas menjadi individu baru. Respirasi tersebut dilakukan secara difusi melalui seluruh permukaan tubuhnya, contohnya cacing tanah.

3. Hirudinea

Kelas terakhir adalah kelas penghisap darah atau Hirudinea. Contoh cacing ini adalah lintah dan pacet. Lintah hidup di daerah yang lembab, sebelum menghisap darah, lintah akan menyuntikkan zat anestesi yang berfungsi agar korbannya tidak merasa sakit.

Cara mencegah agar tidak digigit atau sedang digigit oleh lintah, yaitu dengan memberikan air tembakau, garam atau diolesi dengan balsem atau minyak kayu putih.

Itulah ulasan dari ciri-ciri cacing gelang beserta klasifikasinya. Semoga dapat menambah pengetahuan pembaca tentang jenis cacing gelang. (MAE)