Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Hutan Musim dan Contohnya di Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri hutan musim. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Adam Vradenburg
zoom-in-whitePerbesar
Ciri-ciri hutan musim. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Adam Vradenburg

Sebagai warga negara Indonesia, masyarakat perlu mengetahui ciri-ciri hutan musim beserta contoh yang ada di Indonesia. Hutan terdiri atas berbagai macam tumbuhan dan hewan.

Dikutip dari buku Saya Ingin Pintar IPA, Sulaeman (2006: 90), hutan ibarat paru-paru dunia. Jumlah tumbuhannya ribuan bahkan mencapai jutaan. Setiap tumbuhan menghasilkan udara segar yang dibutuhkan oleh manusia.

Ciri-Ciri Hutan Musim dan Contohnya

Ciri-ciri hutan musim. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Steven Kamenar

Hutan musim (Monsoon forest) adalah jenis hutan yang termasuk dalam ekosistem darat dan berada di daerah yang memiliki iklim muson tropis (musim kemarau dan hujan). Artinya daerahnya punya perbedaan musim kering dan musim basah seimbang dan jelas.

Iklim muson tropis tersebut terdapat di wilayah yang memiliki iklim hangat sepanjang tahun dan mengalami musim kemarau selama beberapa bulan. Sehingga membuat tumbuhan menggugurkan daunnya dan mempengaruhi populasi makhluk hidup di dalamnya.

Berikut ini penjelasan mengenai ciri-ciri hutan musim dan contohnya yang ada di Indonesia dan menarik untuk diketahui.

1. Ciri-Ciri Hutan Musim

  1. Terdapat tumbuhan sejenis atau homogen, misalnya cemara, pinus, maple dan lainnya. Jenis tumbuhan yang terdapat didalamnya didominasi oleh spesies pohon yang menggugurkan daunnya pada musim kering.

  2. Lapisan kayu pada pepohonan hutan musim sangat tebal, sehingga dapat bertahan ketika musim kemarau.

  3. Iklim hangat adalah iklim yang terjadi sepanjang tahun di hutan musim, contohnya adalah hutan yang ada di Indonesia. Umumnya, daerah dengan iklim hangat mengalami musim kemarau lebih lama hingga berbulan-bulan.

  4. Pepohonan yang tumbuh tahan terhadap kekeringan atau daun tumbuhan hijau sepanjang tahun. Tumbuhan yang tahan terhadap kondisi kering termasuk jenis tropofit.

    Tumbuhan tropofit adalah jenis tumbuhan yang mampu beradaptasi terhadap lingkungan kering dan basah. Ciri tumbuhan tropofit, yaitu akan meranggas ketika musim kemarau dan tumbuh lebat ketika musim penghujan.

  5. Didominasi oleh pepohonan dengan ketinggian lebih dari 15-35 meter.

  6. Curah hujan cukup rendah jika dibandingkan jenis hutan lain. Rata-rata curah hujan per tahun adalah 1.000 mm hingga 2.000 mm. Sedangkan suhu rata-rata sekitar 21 derajat sampai 32 derajat celcius.

  7. Ekosistem hutan berbentuk satu lapisan stratum, yaitu lapisan tajuk dengan tajuk lainnya tidak saling tumpang tindih. Kondisi ini memudahkan sinar matahari masuk ke dalam hutan. Sehingga aneka ragam semak dan herba dapat tumbuh dan berkembang.

  8. Proses tumbuh pohon-pohon yang ada di dalam hutan dipengaruhi oleh cadangan air di dalam tanah. Jika posisi pohon dekat dengan ekosistem sungai, maka daun akan gugur secara bergantian.

  9. Saat musim kemarau berakhir, tumbuhan di hutan musim sebagian besar akan berbunga. Bunga-bunga yang bermekaran ini umumnya berwarna terang dan berukuran besar.

  10. Bunga-bunga pohon yang mekar di dalam hutan musim umumnya dapat terlihat dari bagian luar tajuk. Sehingga mudah dilihat oleh binatang lain untuk mengambil serbuk sarinya.

  11. Ditumbuhi jenis pohon tertentu, seperti pepohonan dari spesies Santalum album, Dalbergia latifolia, Tectona grandis, Acacia leucophloea, Timonius cerysus, Schleieera oleosa, Eucalyptus alba, dan Albizzia chinensis.

  12. Biasanya hutan musim dihuni oleh jenis hewan atau fauna. Misalnya harimau dan monyet dari spesies Macaca fascicularis atau monyet ekor panjang.

2. Contoh-contoh Hutan Musim di Indonesia

  1. Hutan Musim di Yogyakarta

    Yogyakarta merupakan salah satu kawasan yang cukup terkenal dengan kondisi hutan musimnya. Sama halnya dengan kawasan yang terdapat di Jawa Timur, kebanyakan hutan musim di daerah ini lebih didominasi oleh jenis pohon jati dan sejenisnya.

  2. Hutan Musim di Jawa Timur

    Kawasan hutan musim di Indonesia yang pertama ada di kawasan Jawa Timur. Hutan musim di Jawa Timur didominasi oleh satu jenis pohon saja yaitu pohon jati (Tectona grandis).

    Ciri khas hutan ini adalah ketika musim kemarau berlangsung maka hutan ini akan nampak gersang. Kondisi ini tercipta karena pohon jati akan menggugurkan semua daunnya saat musim kemarau.

  3. Hutan Musim di Sulawesi Selatan

    Hutan musim di Sulawesi Selatan didominasi oleh pepohonan berdaun lebih kecil dan meruncing, salah satu jenis pohonnya adalah eboni dan jenis pohon damar endemik yang cukup terkenal.

  4. Hutan Musim di Nusa Tenggara

    Bentuk di Nusa Tenggara biasanya didominasi dengan jenis hutan yang jauh lebih tahan terhadap kekeringan. Salah satu jenis pohon yang bisa ditemukan di kawasan ini adalah pohon ampupu.

Baca juga: Ciri-Ciri Hutan Hujan Tropis beserta Pengertian dan Manfaatnya

Demikianlah penjelasan mengenai ciri-ciri hutan musim dan contohnya yang ada di Indonesia dan menarik untuk diketahui para pembaca. (Msr)